Talud Sungai di Yogya Perlu Dipetakan Ulang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Keberadaan talut sungai di wilayah Kota Yogya perlu ditelusuri ulang. Terutama kondisi talut yang mengalami kerusakan seperti retak. Hal ini untuk menghindari potensi longsor selama musim hujan berlangsung.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogya Hari Wahyudi, pihaknya sudah meminta seluruh Kampung Tangguh Bencana (KTB) untuk kembali melakukan penyisiran dan pendataan terhadap talut sungai yang berpotensi mengalami kerusakan. “Ada beberapa yang sudah melaporkan kerusakan talut, misalnya terjadi retakan. Kami pun langsung cek ke lapangan. Semua KTB harapannya bisa memetakan ulang wilayahnya,” jelasnya.

Semua laporan dari KTB maupun masyarakat, akan diinvetarisasi oleh BPBD Kota Yogya. Hasil pengecekan ulang, beberapa talut yang mengalami keretakan sudah terjadi cukup lama. Meski demikian, pengecekan akan dilakukan secara berkala untuk mengetahui apakah kerusakannya semakin parah atau tidak.

Baca juga :

Malioboro Naik Kelas
Permintaan Bibit Pisang Tinggi

Hari menambahkan, data yang dimilikinya juga dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pihaknya bahkan mengklasifikasi apakah kerusakan talut akibat konstruksi yang tidak baik atau karena pergerakan tanah. Dengan begitu, OPD terkait terutama Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) bisa melakukan penanganan dengan tepat.

“Data itu harapannya bisa menjadi pertimbangan untuk skala prioritas penanganan. Kita cegah jangan sampai terjadi longsor,” katanya.

Sejauh ini, Hari mengaku belum ada temuan atau laporan terkait kerusakan talut yang cukup parah. Talut longsor yang terjadi hanya di wilayah Serangan Ngampilan di bantaran Kali Winongo pada Januari lalu.

Longsornya talut tersebut juga diawali munculnya titik retakan saat hujan deras sehari sebelumnya. Kerusakan itu saat ini juga sudah mulai diperbaiki.

Menurutnya, banyak permukiman yang berada di bantaran sungai harus menjadi kewaspadaan bagi warga setempat. Penelusuran ulang kondisi talut di sepanjang sungai juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana sekaligus menjamin keamanan masyarakat.

“Peralatan yang dimiliki oleh KTB juga perlu dicek ulang. Jangan sampai ketika hendak digunakan justru mengalami persoalan. Alat yang lama tidak digunakan tentunya rawan rusak,” katanya. (Dhi)

BERITA TERKAIT