Talut Longsor Dominasi Dampak Bencana di Yogya

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Hujan deras selama sehari penuh pada Minggu (17/03/2019) turut menyebabkan kerusakan infrastruktur di Kota Yogya. Terutama talut sungai yang longsor dan membahayakan warga yang tinggal di atasnya. Meski demikian, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Talut sungai yang longsor tersebut berada di Jlagran Pringgokusuman Gedongtengen dengan panjang 20 meter dan tinggi 10 meter. Kemudian di Jatimulyo Kricak Tegalrejo panjang 12 meter dan tinggi delapan meter.

Selain itu di Sambirejo Prenggan Kotagede panjang lima meter dan tinggi dua meter. "Kalau yang di Jlagran itu merupakan longsor susulan karena sebelumnya sudah terjadi longsor," tandas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogya Hari Wahyudi.

Selain talut sungai longsor, cuaca ekstrem kemarin lusa juga menyebabkan sumur milik Ny Dwi Yuli Astuti warga Surokarsan Wirogunan Mergangsan ambles. Hal itu juga berdampak pada kondisi dapur yang membahayakan karena berdekatan dengan sumur yang ambles.

Kejadian lainnya ialah pohon jenis waru di parkiran timur Gembira Loka Zoo tumbang. Tumbangnya pohon tersebut sempat menutup akses jalan serta menimpa kabel telepon dan pagar parkir. Hujan dengan intensitas tinggi itu juga menyebabkan genangan air masuk rumah di kawasan Celeban Tahunan Umbulharjo dengan ketinggian 40 centimeter.

Hari Wahyudi mengungkapkan, upaya perbaikan akan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Terutama terhadap talut sungai yang longsor, direncanakan akan ditangani melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang diampu oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogya.

"Tidak ada warga yang mengungsi, namun harus tetap waspada. Penataan di bantaran sungai nantinya akan menggunakan konsep M3K atau Mundur Munggah Madhep Kali," tandasnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI