Tampil di Editorial KR, Prof Dr Edy Suandi Hamid  Dukung Program BSU

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang diluncurkan Pemerintah diperuntukkan bagi para pekerja di sektor formal bergaji di bawah Rp 5 juta, sudah tepat. Upaya ini akan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga roda perekonomian yang sempat tersendat akibat pandemi Covid-19, kembali bergerak.

Demikian diungkapkan Ekonom sekaligus Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc dalam acara bertajuk ‘Editorial Kedaulatan Rakyat’, Sabtu (22/8) dipandu Jurnalis Kedaulatan Rakyat, Primaswolo Sudjono. Editorial Kedaulatan Rakyat ini merupakan program baru Kedaulatan Rakyat TV yang membahas headline SKH Kedaulatan Rakyat. Kali ini membahas soal Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja terdampak Covid-19. Siaran ulang acara bisa disimak di channel youtube Kedaulatan Rakyat.

Namun agar program BSU tersebut betul-betul mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakkan perekonomian, menurut Prof Edy ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Pertama, penyaluran bantuan tersebut harus tepat sasaran, sehingga uang sebesar Rp 2,4 juta untuk empat bulan (Rp 600.000 per bulan) tersebut benar-banar dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bukan disimpan atau membayar hutang. “Kalau uang itu dibelanjakan maka akan memberikan multiplayer efek yang positif bagi ekonomi,” ujarnya.

Prof Edy menilai proses penyaluran BSU untuk pekerja sektor formal ini akan lebih mudah atau tidak serumit dibanding pekerja sektor informal. Pasalnya data pekerja sektor formal sudah jelas tercatat di BPJS Ketenagakerjaan. Hanya perlu sedikit penelurusan lebih mendalam terutama terhadap pekerja yang punya bisnis sampingan atau istrinya juga bekerja sehingga pendapatannya lebih dari Rp 5 juta perbulan. “Tapi jumlah pekerja yang punya bisnis sampingan tidak banyak, sehingga kalupun ada yang meleset pasti tidak banyak,” katanya.

BERITA REKOMENDASI