Tamu Hotel di Yogya Turun 20 Persen

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta dan informasi Yogya tidak menerima kunjungan dinas dari luar daerah, berdampak signifikan terhadap okupansi hotel yang turun tajam hingga 20 persen lebih. Pembatalan kunjungan wisata ke Yogya juga terjadi.

“Banyak yang cancel padahal kita baru mencoba bernapas. Kini kami kembali tersengal-sengal untuk berusaha bertahan,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo.

Didampingi Ketua Gugus Covid-19 PHRI DIY yang juga Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) DIY Herryadi Baiin, Deddy menyatakan, PHRI DIY saat ini tinggal menanti strategi pemerintah agar bisa bernapas dan bertahan saja. “Beberapa tamu dari Jakarta yang akan mengadakan kegiatan MICE telah membatalkan acaranya,” tambah Herryadi.

Bahkan saat ini weekend juga drop, tidak seperti sebelum ada info tersebut. “Kita ingin tetap sehat dan kita juga ingin perekonomian bisa jalan, sudah banyak korban pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun pengurangan pendapatan karena dampak Covid-19 ini. Sementara stimulus yang dijanjikan dari awal oleh Pemerintah terhadap pariwisata tidak efektif dan terlambat dilaksanakan. Bahkan September ini ada yang sudah tidak diberlakukan,” keluh Herryadi Deddy.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY Udhi Sudiyanto mengakui, beberapa saat lalu pariwisata DIY sudah menggeliat meski belum terlalu signifikan, dengan kecenderungan wisatawan yang datang bersifat family dan group kecil. “Namun pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta dan info Yogyakarta tidak menerima kunjungan dinas dari luar daerah jelas berpengaruh terhadap pariwisata DIY. Karena selama ini wisatawan yang datang adalah wisatawan lokal, yang tidak terlalu jauh dari DIYdan belum dari luar pulau. Wisatawan dari Jakarta yang tidak datang ke Yogya jelas mempengaruhi wisatawan dari daerah lain untuk datang,” ujarnya.

Wisatawan secara keseluruhan akan berpikir kembali untuk melakukan perjalanan ke Yogya. “Meskipun persentase kita belum tahu, tapi kami khawatir ini akan mengulang masa-masa awal pandemi Covid-19,” ujarnya. (R-4)

BERITA REKOMENDASI