Tanah Warga di Sumberadi Sleman Dipatok Sepihak

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Warga Dusun Sanden Sumberadi Mlati Sleman beberapa hari terakhir resah setelah lahan milik mereka mendadak dipatoki oleh petugas yang disebut terkait perkeretaapian. Rumah dan lahan persawahan dipatok menggunakan kayu dan semen dengan logo Dirjen Perkeretaapian.

Warga kaget, pematokan tersebut dilakukan tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu. Informasi yang beredar di kalangan warga pun menjadi simpang siur.

Hal tersebut mendapatkan tanggapan dari wakil rakyat di DPRD DIY, Huda Tri Yudiana yang duduk di Komisi C. Menurut Huda, pematokan yang seolah sepihak seharusnya tak boleh terjadi.

“Pematokan (untuk) rel kereta tanpa sepengetahuan warga menjadikan resah masyarakat. Kalau ada program pemerintah mesti transparan sejak awal. Perencanaan dan sosialisasi harus dilakukan secara baik, tidak asal beraksi,” ungkapnya, Jumat (02/08/2019).

Menurut Huda, pematokan lahan yang terkesan tiba-tiba sangat tidak elok dan menimbulkan keresahan warga. Prosedur yang seharusnya dilakukan menurut dia tak dilaksanakan sesuai perundangan yang berlaku.

“Jika akan ada pembangunan dan pembebasan tanah harus melalui prosedur yang ditentukan, sudah ada aturan dan undang undangnya. Main patok malah bisa menyulitkan pekerjaan karena warga resah,” tandas dia.

Huda menyatakan bakal meminta Komisi C DPRD DIY yang membidangi pembangunan untuk memanggil instansi terkait termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI), Dinas Perhubungan DIY serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang untuk untuk dimintai penjelasan terkait hal tersebut. “Kami minta kejelasan rencana proyek dan tahapan-tahapan pekerjaan. Hak masyarakat harus dilindungi, kalau mau lakukan hal yang baik semestinya caranya juga baik. Kita sudah tahu bahwa akan ada jalur kereta api Yogya – Magelang – Semarang, tapi seperti apa implementasinya belum pernah ada penjelasan,” tandas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI