Tank’ dan ‘Tentara’ Semarakkan Festival Takbir Keliling

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemandangan tampak berbeda dalam Festival Takbir Keliling 1438H Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Mergangsan, Sabtu (24/06/2017).

Berbagai rombongan takbir memberikan warna dan keunikan tersendiri bagi penonton yang menyaksikan festival takbir keliling dari halaman Museum Perjuangan lalu melewati jalan Kolonel Sugiyono, jalan Parangtris, jalan Prawirotaman 1, jalan Sisingamangaraja dan berakhir di depan Kantor Pos Kecamatan Mergangsan.

Jika biasanya maskot atau lampion utama dalam takbir keliling ialah replika masjid atau sesuatu yang bertemakan islami. Hal tersebut tidak berlaku bagi rombongan takbir Masjid Al Huda Jotawang.

Rombongan asal Kabupaten Bantul ini memilih membuat replika tank menggunakan bahan dasar kantong semen dengan panjang 4 meter dan lebar serta tinggi 2,5 meter.

Koordinator rombongan Ade Sakti Bimantara (21) mengungkapkan, pihaknya memang sengaja membuat replika tank guna menyemarakkan tema nasionalisme yang diusung dalam Festival Takbir Keliling 1438H PHBI Kecamatan Mergangsan.

Tidak hanya replika tank, sebagian rombongan laki-laki pun berkostum ala tentara lengkap dengan tas dan coretan-coretan di wajahnya. Mereka berjalan di samping tank sembari meneriakkan takbir.

"Ini sebagai dukungan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjaga kesatuan Republik Indonesia dan menangkal radikalisme," ujar Ade kepada KRJOGJA.com, Sabtu (24/06/2017) malam.

Ade mengimbuhkan, selain maskot berupa tank terdapat pula lampion kecil berupa kuncup bunga yang diatasnya terdapat bulan dan bintang.  "Kuncup bunga itu menandakan persatuan, ketika menguncup berarti Indonesia menyatu sedangkan bulan dan bintang melambangkan bahwa kita dalam rahmat Tuhan," pungkasnya. (Mg-10)

BERITA REKOMENDASI