Tanpa Surat Rekomendasi, SPBU Tolak Pembelian BBM dengan Jeriken

YOGYA, KRJOGJA.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di DIY berencana tidak akan melayani pembeliaan bahan bakar minyak (BBM) baik Premium, Pertalite dan Solar menggunakan jeriken tanpa adanya surat rekomendasi khusus dari Pemkab/Pemkot melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Hal ini guna menegakkan aturan yang berlaku terutama faktor keamanan dari bahan jeriken itu sendiri. Namun rencana tersebut tidak berlaku atau dikecualikan untuk pembelian Pertamax dengan jeriken mulai awal Februari 2020.

Penasihat Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY Siswanto mengatakan, Hiswana Migas DIY telah menggelar rapat dan bersepakat tidak lagi melayani pembelian Premium, Pertalite dan Solar dengan menggunakan jeriken tanpa tujuan yang jelas belum lama ini. Pembelian Premium, Pertalite dan Solar dengan jeriken diwajibkan memakai surat rekomendasi khusus dari OPD terkait setempat.

"Bagi yang membeli ketiga BBM di atas wajib pakai surat rekomendasi dan di dalamnya tertuang jelas tujuannya dan penggunaannya untuk apa. Yang jelas tidak diperkenankan untuk dijual kembali dalam bentuk eceran," ujar Siswanto di Yogyakarta, Kamis (30/1/2020).

Siswanto menjelaskan pembelian BBM di SPBU memang untuk melayani konsumen lagsung selama ini. SPBU yang sebelumnya melayani pembelian jeriken memang konsumen harus menunjukkan surat rekomendasi khususnya bagi  petani, nelayan dan pelaku Usaha Mikro Kecil (UKM).

"Kami sudah rapat dan sepakat pembelian Premium, Pertalite dan Solar pakai jeriken tanpa rekomendasi tidak akan dilayani mulai Februari 2020. Silakan cari surat rekomendasi kalau mau beli pakai jeriken tetapi isinya harus jelas kecuali tidak diperkenankan untuk dijual kembali," tutur Mantan Ketua Hiswana Migas DIY ini.

Senior Supervisor Communication & Relations MOR IV PT Pertamina (Persero) Arya Yusa Dwicandra menuturkan larangan pembelian Pertalite menggunakan jeriken sesuai dengan Perpres 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Pembelian Pertalite menggunakan jeriken yang dilarang adalah yang tidak disertai rekomendasi untuk kebutuhan tertentu seperti pertanian, perikanan, usaha mikro atau kecil.

"Salah satu latar belakang diaturnya pembelian jeriken ini dikarenakan banyaknya keluhan konsumen kendaraan yang saat ini mayoritas mengisi BBM Pertalite terganggu dengan kegiatan pengisian jeriken tanpa rekomendasi yang kemungkinan untuk dijual kembali. Selain itu dikarenakan faktor keamanan dari bahan jeriken itu sendiri,"  terang Arya.

Arya menegaskan SPBU merupakan lembaga penyalur terakhir penjualan BBM dari produsen yaitu Pertamina kepada konsumen. Hal ini berarti sebenarnya kalau dari peraturan Presiden tersebut pembelian bahan bakar di SPBU tidak untuk dijual kembali.

"Pembelian dengan jeriken sesuai Perpres itu pun sebenarnya ditujukan untuk petani, nelayan, UKM yang memang jaraknya jauh dari SPBU. Mereka juga harus menggunakan surat rekomendasi dari OPD terkait di Pemkab/Pemkot setempat" pungkasnya.(Ira)

BERITA REKOMENDASI