Tantangan Pemda DIY Turunkan Angka Kemiskinan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY masih mempunyai tantangan yang cukup besar yaitu menurunkan angka kemiskinan, gini ratio dan ketimpangan wilayah yang masih lebar. Untuk itu, Pemda DIY harus memanfaatkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di antaranya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) industri kreatif di Piyungan maupun Sentolo dan beroperasional penuhnya Bandara Internasional Yogyakarta (BIY)

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Budi Wibowo mengatakan, meskipun capaian indeks pembangunan manusia sangat tinggi, namun persoalan kemiskinan, gini ratio dan ketimpangan wilayah yang masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Belum lagi peluang-peluang untuk memacu pertumbuhan ekonomi masih besar dan banyak.

“Kita harus memanfaatkan titik-titik pusat pertumbuhan ekonomi baru di DIY seperti KEK Piyungan maupun KEK Sentolo dan BIY guna menyejahterakan masyarakat,” ujar Budi.

Baca juga :

3 Sudah Ditetapkan, Tersangka Tragedi Susur Sungai Bakal Tambah Lagi?
DIY Kembali Raih Predikat AA, Layanan Publik Dituntut Lebih Baik

Budi menyampaikan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru tersebut harus dimanfaatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di DIY seoptimal mungkin. Seperti dengan kehadiran KEK di dua kabupaten sekaligus yaitu KEK Piyungan Bantul dan KEK Sentolo Kulonprogo yang menjadi peluang di mana Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)- pun bisa masuk. Sehingga perlu ada sosialisasi kepada masyarakat sehingga tidak hanya Badan Usaha Pemerintah, setidaknya perseorangan pun bisa.

“Jika ada persoalan seperti pemasaran ya kita bantu pecahkan karena banyak hal yang harus dimanfaatkan untuk pemasaran. Kami akan selesaikan dengan berkoordinasi terutama menyelesaikan persoalan yang dihadapi dengan tetap melakukan efisiensi dan efektivitas,” katanya.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana menambahkan, KEK di DIY di-bundling antara Bantul dengan Kulonprogo. KEK Piyungan Bantul memang sudah lama siap lahan maupun infrastruktur yang dibangun pihak pengusaha di kawasan industri.

“Pemda DIY menginginkan kawasan industri sekaligus di bundling menjadi KEK lintas kabupaten yaitu KEK Piyungan Bantul dan KEK Sentolo Kulonprogo. Tetapi sekali lagi, industri yang berkembang didalamnya adalah industri non pollutan dan berbasis kreatif dalam arti yang luas,” terangnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI