Tapal Kuda Penarik Andong ‘Diservis’ Bule Australia

YOGYA, KRJOGJA.com – Komunitas pecinta satwa yang tergabung dalam Animal Friends Jogja (AFJ) Selasa (5/12/2017) menggelar pelatihan memasang dan merawat tapal kuda bertempat di Ndalem Yudhanegaran Yogyakarta. Tak tanggung-tanggung, Christopher Beggs pembuat tapal kuda profesional Kelvin Grove Equine Australia dihadirkan untuk memberikan praktek pemasangan dan perawatan tapal kuda yang biasanya digunakan untuk menarik andong.

Pegiat AFJ, Kiswandari Ratna Setyawati mengatakan pelatihan memasang dan merawat tapal kuda sengaja dibuat setelah pihaknya merasa prihatin dengan banyaknya kasus kuda jatuh terpeleset saat sedang digunakan untuk menarik andong di Yogyakakarta. Menurut dia, kasus-kasus kecelakaan kuda yang terjadi sering kali mengharuskan pemilik mengakhirinya di tangan penjagal lantaran biaya mahal untuk merawat dan mengobati.

“Karena itu kami mendatangkan ahli tapal kuda dan dokter hewan dari Australia untuk memberikan pelatihan pada kusir dan pemilik andong di wilayah Yogyakarta tentang bagaimana menjaga kesejahteraan hewan misalnya merawat tapal kuda dan menjaga kesehatan kuda. Rangkaian sudah dimulai sejak 28 November lalu dengan pemateri salah satunya dokter Esther Van Herwaarden, dokter hewan dari Manly Road Veterinary Hospital, Brisbane,” ungkapnya.

Dalam pelatihan perawatan tapal kuda sendiri, Christoper Beggs memperagakan bagaimana mengukur tapal kuda agar presisi dengan kuku dan tak menyakiti kuda. Hal tersebut dirasa sangat penting karena mempengaruhi gerak dan keseimbangan kuda saat berjalan.

Sementara Purwanto, Ketua Paguyuban Kusir Andong DIY mengatakan sebenarnya pemasangan tapal kuda selama ini sudah seperti yang dicontohkan ahli dari Australia. Namun Purwanto menyadari bahwa kualitas tapal kuda memang berbeda antara yang dibawa dari Australia.

“Seluruh pihak di Yogyakarta sudah sangat menyadari bahwa kuda merupakan penarik transportasi berbasis budaya. Kedepan akan ada kerjasama dengan instansi terkait untuk memberi pelatihan merawat dan juga pengadaan tapal serta paku untuk kuda,” ungkapnya.

Di DIY sendiri menurut data yang dimiliki, Purwanto mengungkap paling tidak ada lebih dari 546 kusir andong yang beroperasi sebagai angkutan penumpang. Para kusir beserta kudanya kebanyakan pun berasal dari luar wilayah Kota Yogyakarta seperti Bantul yang jaraknya memang cukup jauh lebih dari 10 kilometer. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI