Tarik Minat Milenial Geluti Pertanian

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jumlah petani usia produktif di Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Sementara minat generasi muda atau kaum milenial untuk terjun ke sektor pertanian masih minim.

“Regenerasi petani menjadi isu penting yang perlu diperhatikan semua pihak,” terang Direktur Utama Petrokimia Gersik, Rahmad Pribadi dalam kegiatan Jambore Petani Muda di Fakultas Pertanian UGM, Rabu (25/09/2019) kemarin.

Baca juga :

Sultan: Pelajar Fokus Sekolah, Tak Usah Ikut-Ikutan Politik
Wayang Jadi Totonton dan Tuntunan Gambaran Kehidupan

Data Sensus Pertanian 2013 mencatat jumlah rumah tangga petani turun 20 persen dari 79,5 juta menjadi 63,6 juta, atau turun 15,6 juta rumah tangga. Bahkan, diperparah lagi dengan kondisi 61 persen petani Indonesia telah berusia lebih dari 45 tahun. "Keterlibatan generasi milenial dalam mendukung, mengembangkan serta memajukan sektor pertanian sangat dibutuhkan," tergas Rahmad.

Dalam upaya menumbuhkan regenarasi petani dan agrosociopreneur di Indonesia, PT Petrokimia Gresik produsen pupuk dan bahan kimia untuk solusi agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), menggelar rangkaian program 'Jambore Petani Muda' di 12 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia, salah satunya UGM.

Berbagai ide kreatif generasi milenial di bidang pertanian yang berorientasi profit ditampung dalam kegiatan jambore ini. Nantinya dua belas tim terbaik dari setiap PTN akan mendapat kesempatan memaparkan idenya secara langsung di hadapan dewan juri. “Tiga ide bisnis terbaik memperoleh dana untuk pengembangan bisnis dan mendapat mentoring langsung dari pimpinan perusahaan di bidang pertanian dan agroindustri,” jelasnya.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Dr Jamhari mengatakan, dunia pertanian tanah air menghadapi beragam persoalan. Salah satunya minimnya minat generasi muda untuk terjun ke bidang pertanian. Oleh sebab itu, menjadi sebuah tantangan untuk mengajak generasi muda menekuni sektor ini.

Jamhari menyebutkan Fakultas Pertanian UGM memiliki Agroenterpreunership Education Program (AEP). Program pendidikan kewirausahaan hasil kerja sama dengan Kagama Pertanian diharapkan dapat melahirkan banyak pelaku socioenterpreunership terutama di bidang pertanian.

Sementara, Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pendidikan BPPSDMP Kementerian Pertanian, Inneke Kusumawati berharap kedepan dapat tumbuh lebih banyak lagi petani muda yang terdidik. Perguruan tinggi diharapkan dapat mencetak petani-petani milenial berkualitas yang nantinya akan berkontribusi dalam pembangunan pertanian di tanah air. (Dev)

UGM

BERITA REKOMENDASI