Taru Martani Produksi 40 Ribu Batang Cerutu Kualitas Ekspor

Sri Sultan Hamengku Buwono IX kemudian memindahkan lokasi pabrik itu ke Baciro. Pada tanggal 23 September 1972 nama Taru Martani diresmikan oleh Menteri Ekuin yang kala itu dijabat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Taru Martani yang mempunyai arti ‘daun yang menghidupi’.

“Pada saat ini Taru Martani menjadi salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemda DIY,” ungkap Affandi.

Taru Martani fokus memproduksi cerutu dengan bahan-bahan yang didatangkan dari tembakau lokal, terutama dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara. Pasar produk cerutu Taru Martani antara lain Amerika Serikat, Swiss dan Jerman. Taru Martani saat ini memproduksi 3 formulasi campuran cerutu yaitu : Natural Cigar (murni tembakau), Flavour Cigar (tembakau dengan saus/aroma Mint, Amareto, Vanilla, Rum dan Hazelnut) dan Mild Cigar (tembakau “ringan’).

Pada tahun 2021, pabrik cerutu Taru Martani berusia 103 tahun. “Dalam sehari PD Taru Martani dapat menghasilkan sekitar 35.000-40.000 batang yang berasal dari tujuh mesin produksi”, jelas Affandi.

BERITA REKOMENDASI