Tatap Muka Terbatas di Sekolah Perlu Disiapkan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Pembelajaran dengan tatap muka di sekolah dinilai perlu untuk segera dipersiapkan. Terutama tatap muka secara terbatas dan berkala bagi siswa yang mengalami kendala dalam pembelajaran jarak jauh atau daring.

Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, mengungkapkan hal itu usai meninjau kegiatan pembelajaran daring di SMPN 9 Yogya. “Setiap materi atau soal yang disampaikan oleh guru, belum bisa dijawab oleh seluruh siswa. Rata-rata baru dua pertiganya saja, sedangkan yang sepertiga ada kendala saat di tengah jalan,” urainya, Senin (3/8).

Kendala yang dihadapi siswa, imbuhnya, rata-rata terkait akses internet. Apalagi penyampaian materi dari pihak guru yang dilakukan melalui video maupun ‘power point’ menyedot kuota internet yang cukup tinggi. Sehingga saat di tengah jalan ada ulasan soal dan kehabisan kuota, maka pembelajaran online siswa akan tersendat.

Di sisi lain, upaya Pemkot untuk menambah titik wifi publik belum sepenuhnya menjadi solusi. Hal ini karena pemanfaatannya menyebabkan adanya pengumpulan orang, sehingga hampir tidak berbeda dengan sekolah tatap muka. “Guru berkunjung tetap digulirkan, tetapi juga belum bisa menjangkau seluruhnya. Makanya solusi realistis ialah tatap muka di sekolah namun terbatas,” tandasnya.

Selain itu, Heroe juga mengusulkan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merubah target pembelajaran khusus untuk tahun ajaran 2020. Terutama agar tahun ini tidak dijadikan alat ukur untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Pasalnya daya serap murid selama pembelajaran daring tidak optimal, dan tidak semua soal yang dikerjakan ialah murni hasil pemikiran siswa karena didampingi oleh orangtua.

BERITA REKOMENDASI