Tawon Lanceng Jadi Hidangan Istimewa Desa Wisata

Editor: Ivan Aditya

JANGAN berpikir bambu hanya untuk membuat pagar atau rumah. Tetapi bambu, menjadi bagian menu yang menarik di desa Karangasem, Muntuk Bantul. Desa wisata yang dikelilingi pohon-pohon, diantaranya bambu, karena mayoritas penduduknya memang bekerja sebagai pembuat kerajinan bambu.

Karena itulah, pohon bambu akan sangat berguna dan menarik bagi wisatawan. Bahkan dari properti bambu, bisa dibuat untuk makanan. Diantaranya selain rebung yang gurih, dimasak sebagai sayur lodeh rebung yang rasanya mak nyuss. Ketika makan, nasinya juga dimasukkan dalam bambu, sehinga rasanya menjadi khas. “Makanan semacam ini banyak menarik wisatawan yang berkunjung ke sini” kata Supriyanto, ketua Desa Wisata Karang Asem kepada KRJOGJA.com.

Menurutnya, makanan tersebut dipadukan dengan minuman sereh dioplos dengan rempah-rempah yang jika diminum terasa hangat di tenggorokan. Selain minuman khas, bagi yang tidak suka hangat ada pilihan lain yakni kelapa muda. “Ini hanya ada di desa wisata Karang asem” tambahnya.

Masakan tersebut disajikan kepada yuri desa wisata dan homestay se DIY yang diadakan oleh Dinas Pariwisata DIY. Lain lagi dengan kampung wisata Dewo Bronto atau Brontokusuman Yogyakarta. Karena lokasinya tidak jauh dengan Pasar Telo atau Ketela, maka di wisatawan yang datang akan disuguhi sate bahan ketela.

Ketela yang kemudian dipotong- potong sebesar sate dan digoreng. Setelah ditusuk pakai sujen bambu, kemudian ditaburi bumbu sate yang kecoklatan. Rasanya memang khas, dan cocok bagi penggemar sate tapi vegetarian. “Ini hanya ada di kampung wisata Brontokusuman” kata Marsudi,
ketua kampung wisata Dewo Bonto.

Biasanya wisatawan yang berkunjung selalu ketagihan jika disuguhi sate telo yang disantap dengan wedang rempah, atau secangkir kopi hangat. Sebagai suguhan kuliner yang khas, maka biasanya wisatawan sambil menikmati suguhan pentas seni budaya dipinggir sungai code.

Sementara di Gunungkidul di desa wisata Katongan ada hidangan khas yang tidak ada di daerah lain. Desa tersebut mempunyai peternakan lanceng yang diambil madunya. Maka jika anda ingin menikmati bothok unik, maka di desa Katongan ada makanan bothok lanceng.

Hewan sejenis tawon ini, biasa juga disebut klanceng yang dalam bahasa alinya Trigona. Mungkin masih dianggap asing, namun jenis lebah ini sudah ada ribuan tahun lalu. Madu lebah lanceng tidak semanis madu lebah lain, namun ada rasa asam dan lebih encer.

Tetapi madu lanceng, dikenal punya khasiat yang luar biasa. Diantaranya adalah mencegah kerusakan sel, membantu regenerasi sel organ, sebagai anti kanker, tumor, anti bakteri, antibiotik, anti peradangan. Malah menurut Pak Yanto, mantan kepala desa Katongan tersebut, madunya bisa berfungsi juga untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi penyakit gula, penyakit jantung, stroke, bahkan bisa menghambat perkembangan virus HIV/AIDS.

Nah, kita selama ini makanan khas Jawa yakni bothok biasanya bothok mandingan atau bothok teri. Yakni parutan kelapa yang diberi bumbu, dicampuri lebah lanceng dan dikukus. Rasanya sedap dan bonusnya berkhasiat.

Makanan yang sebenarnya sangat populer di Kulonprogo, yakni geblek. Makanan loklal yang dibuat dfari tepung tapioka ini menjadi hidangan khas ketika berkunjung ke desa wisata di Kulonprogo. Geblek rasanya sangat gurih kartena bumbu bawangnya berlebih. Warna putih, bentuknya seperti angka 8.

Geblek merupakan sebuah makanan khas yang berasal dari Kabupaten Kulonprogo. Geblek hingga saat ini juga sangat dikenal sebagai makanan identitas lokal yang dimiliki oleh Kulonprogo. Bentuknya yang unik dan menurut Bupati Kulonprogo Drs Sutejo, angka 8 merupakan perwujudan angka yang tak akan pernah berhenti.

Ibarat seperti semangat warga setempat yang pantang berhenti sebelum tercapai. Biasanya geblek dimakan dengan tempe benguk atau orang setempat menyebutnya sengek atau besengek. Besengek adalah nama sayur gurih biasanya berbahan tempe.

Paling nikmat dimakan kewtika masih hangat sambil minum hangatnya teh menorah Kulonprogo. Maka ketika anda berkunjung ke desawisata di DIY, jangan lupakan kulinernya yang menarik. (Octo)

BERITA REKOMENDASI