TBY Luncurkan Program ‘Tanggap Budaya’ Jelang Akhir Tahun

Editor: Agus Sigit

Taman Budaya Yogyakarta (TBY), bakal meluncurkan paket kemasan ‘Tanggap Budaya’ sebagai realisasi program pungkasan tahun 2021. Paket program ini, berupa tiga kemasan berupa Talkshow, Dagelan Mataram Mileneal dengan cerita ‘Gita Cinta dari Jogja’ dan pentas musik campursari.

Syuting tiga kemasan tersebut dilaksanakan di Concert Hall TBY, Rabu, 1 Desember 2021 dan akan ditayangkan secara daring melalui YouTube Channel Taman Budaya Yogyakarta.

Kepala TBY Drs Diah Tutuko Suryandaru menjelaskan,  program ‘Tanggap Budaya’ ini, di masa pandemi Corona dapat memberi ruang ekspresi berkarya kreatif bagi  pelaku seni Yogya. Selain itu, juga menjadi media untuk sosialiasi program QRIS (Quick Response Code Indonesia Standart).

“Melalui QRIS ke depan para pelaku seni dapat lebih mudah melakukan transaksi. Sehingga, semua kegiatan transaksi akan lebih cepat,” harap Diah Tutuko.

Diah Tutuko menambahkan, untuk  kemasan talkshow   bertema ‘Tanggap Budaya Menghadapi Bencana Pandemi Corona’  menampilkan  pembicara Nugroho Wahyu Winarno SP MSc (Kepala Bidang Urusan Keistimewaan Paniradya Keistimewaan DIY), Didik Nini Thowok (seniman tari), Nano Asmorodono (seniman ketoprak), Lilik Sugiyarto (seniman musik keyboardis Shaggydog), dipandu oleh Savitri Damayanti, dan Wahyana Giri MC sebagai program manajer. Program ini akan tayang pada 5 Desember 2021 pukul 19.30.

Pentas Dagelan Mataram Mileneal memainkan lakon ‘Gita Cinta dari Jogja’ melibatkan gabungan pelawak Yogya naskah karya Ari Purnomo, disutradarai oleh Gita Gilang,  penata musik Mamik Slamet, supervisor  Marwoto ‘Kawer’ dan Toelis ‘Semero’. Gelaran musik campursari menampilkan grup campursari ‘Asmara Laras’ pimpinan Muhammad Al Hasfi, musik puisi dimainkan oleh Liek Suyanto, Daning Hudoyo, Hisyam dan Merith Hindra musik digarap oleh Gaung. Wayang dogeng oleh pedongeng Bagong Soebardjo. Program ini akan tayang 6 Desember 2021 pukul 19.30.

Diah Tutuko mengatakan, tiga segmen acara ini, masyarakat dapat mengakses untuk melihat secara langsung acara yang diproduksi oleh Taman Budaya Yogyakarta, dan dapat merespons dari QRIS atau barcode QRIS yang ditayangkan YouTube tersebut.

“Ini program baru di TBY,  untuk tahun depan tetap bisa dilaksanakan kembali. Masyarakat  untuk bisa  memanfaatkan sebagai salah satu sarana atau media yang dapat memberi kesejahteraan para pelaku seni,” kata Diah Tutuko.

TBY

BERITA REKOMENDASI