Tekad Polisi Lalu Lintas Berikan Terbaik Bagi Bangsa dan Negara

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi SIK MSi, mengharapkan seluruh jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Diharapkan, seluruh anggota lalu lintas memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara. Orientasi pengabdian tidak semata-mata untuk institusi, melainkan lebih terfokus pada pelayanan kepada masyarakat. Harus dihindari sikap-sikap yang tidak terpuji yang justru akan mengurangi citra kepolisian secara umum di mata masyarakat.

Kombes Pol Iwan Saktiadi SIK MSi menyampaikan hal itu pada saat dilangsungkan tasyakuran HUT ke-66 Lalu Lintas Bhayangkara, Rabu (22/9) di Mako Ditlantas Polda DIY. Acara dihadiri seluruh pejabat utama Ditlantas Polda DIY dan anggota, dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. “Di usia yang memasuki 66 tahun, polisi lalu lintas harus mampu memenuhi harapan masyarakat, baik sebagai pelayan, pelindung dan pengabdi masyarakat,” tandas Iwan Saktiadi.

Iwan Saktiadi mencontohkan sistem ETLE, Layanan Identifikasi Kendaraan Bermotor BPKB online dan SIM Online merupakan contoh peningkatan layanan yang berorientasi pada memudahkan masyarakat. Dalam kesempatan tasyakuran tersebut dilakukan pemotongan tumpeng dan pemberian penghargaan kepada anggota tertua (Aiptu Suharta) dan anggota termuda (Bripda Rio Areza Dena). Meski beda usia, Iwan Saktiadi berharap keduanya mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan Saktiadi juga menyinggung Operasi Patuh Progo 2021 yang menitikberatkan pada protokol kesehatan (prokes), bakti sosial (baksos) dan kegiatan sosial lainnya. “Pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2021 seiring dengan kebijakan Pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19,” jelas Iwan Saktiadi.

Saat ini, pihak kepolisian masih berkonsentrasi untuk mencegah penyebaran virus korona. Iwan Saktiadi menambahkan selama Operasi Patuh Progo 2021 tidak ada tilang konvensional atau tilang di tempat. Tidak ada sama sekali anggota melakukan penilangan di tempat yang ada hanya penilangan elektronik (ETLE).

Meski demikian, Iwan Saktiadi berharap masyarakat semakin dewasa tugas dan tanggung jawab untuk melengkapi surat-surat kendaraa dan tertib berlalulintas.”Pelaku pelanggaran akan kita foto dan hasilnya kita kirim surat konfirmasi,” ucapnya.

Begitu surat konfirmasi sampai kepada pelaku pelanggaran, nantinya polisi akan memberikan surat tilang sebagai dasar pembayaran denda tilang ke bank. Iwan Saktiadi berharap masyarakat tetap tertib berlalu lintas, agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Meski polisi tidak menerapkan tilang konvensional, bukan berarti saat berlalu lintas bisa ‘seenaknya’ yang berpotensi menyebabkan terjadinya laka lantas. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI