Teknik Wolbachia Turunkan Kasus DBD

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Eliminate Dengue Project DIY bersama Dinas Kesehatan DIY, melaporkan kemajuan penelitian intervensi wolbachia kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di DIY, di Gedhong Gadri, Kompleks Kepatihan, Senin (03/02/2020) kemarin. Teknik penggunaan wolbachia terbilang baru untuk membantu menurunkan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, puncak kasus DBD terjadi pada 2016 dengan jumlah 1.705 kasus dan 13 kematian.  Berikutnya terjadi penurunan pada tahun 2017 dan 2018 dengan masing-masing 414 kasus dengan 2 kematian dan 113 kasus dengan 2 kematian.

Baca juga :

Revitalisasi Jokteng Lor Wetan Diharapkan Selesai Tahun Ini
2020 Perempuan Berkebaya Bakal Pecahkan Rekor Dunia

“Hasil penelitian wolbachia menunjukkan, teknik ini mampu membantu menurunkan angka kasus DBD di daerah hingga 75 persen. Tapi yang harus diingat, ini adalah teknik pembantu, bukan substitusi. Jadi seluruh program yang ada harus tetap berjalan, dengan didukung teknik ini termasuk soal Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” kata Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg Pembayun Setyaningastutie MKes.

Pembayun mengungkapkan, sebetulnya ada banyak teknik yang telah diterapkan untuk menurunkan angka demam berdarah melalui intervensi nyamuk. Namun, teknik wolbachia dinilai yang paling efektif untuk dilakukan.

"Kita tunggu saja hasil akhir penelitian ini pada November 2020 mendatang. Kita semua tentu mengharapkan masyarakat proaktif tentang implementasi penelitian ini. Masyarakat harus benar-benar merasakan manfaatnya. Semua itu akan bisa diwujudkan apabila mereka teredukasi dengan baik dan proaktif dalam upaya pencegahan serta masukan tentang penelitian ini," papar Pembayun.

Perlu diketahui nyamuk aedes aegypti yang mengandung wolbachia tidak akan menularkan virus yang mengakibatkan demam berdarah. Karena nyamuk yang memiliki wolbachia apabila kawin dengan nyamuk non-wolbachia, akan sepenuhnya menghasilkan telur yang mengandung wolbachia. Dengan kata lain, angka kasus demam berdarah akan semakin menurun. (Ria)

BERITA REKOMENDASI