Tembok Jokteng Bakal Dipugar, Warga Cemas Kena Gusur

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Warga yang tinggal di area seputaran bekas pagar tembok Baluwarti atau Pojok Beteng (Jokteng) Kraton Yogyakarta sebelah Timur Laut mengaku cemas dan khawatir dengan rencana pemugaran yang akan dilakukan Pemda DIY. Mereka meminta Pemda DIY segera melakukan sosialisasi dan kejelasan nasib warga yang bakal terdampak pemugaran tersebut.

Warga Kampung Mangunnegaran Kelurahan Penembahan Kecamatan Kraton Suprapti (66) mengaku belum ada sosialisasi dari pejabat setempat terkait rencana pemugaran Jokteng Kraton Yogyakarta sebelah Timur Laut tersebut. Justru, dirinya bersama warga kampung mendapatkan informasi rencana pemugaran tersebut dari media massa.

"Saya sudah mendengar informasi rencana pemugaran Jokteng Timur Laut ini, tetapi dari pejabat kampung semisal Ketua RT atau Ketua RW belum ada sama sekali. Jujur saya cemas dan takut setelah mengetahui berita tersebut dan belum ada sosialisasi ke warga," ujar Suprapti yang rumahnya tepat berada di sisi bagian dalam Jokteng Kraton Yogyakarta sisi Timur Laut tersebut kepada KR, Selasa (12/2).

Suprapti menuturkan dirinya sekeluarga sudah tinggal di rumah tersebut selama 45 tahun dan tidak lama lagi akan menerima sertifiat dari BPN. Apabila rencana pemugaran itu dilakukan, dirinya meminta Pemda DIY melakukan sosialisasi dan memberikan ganti rugi kepada warga yang terdampak. Ganti rugi tersebut bisa berupa uang maupun relokasi.

"Saya dan warga pada prinsipnya tidak keberatan hanya kami berharap Pemerintah memikirkan nasib kami. Yang penting kami bisa mempunyai tempat tinggal karena rata-rata warga yang bermukim disini sudah puluhan tahun dan banyak yang menjadikan rumahnya sekaligus tempat usaha," tegasnya.

Hal senada disampaikan salah satu warga Kampung Yudonegaran Kelurahan Prawirodirjan Kecamatan Gondomanan yang berada disisi luar jokteng yang enggan disebut namanya mengungkapkan perwakilan pejabat kelurahan yaitu Ketua RT di Kampung Yudonegaran sudah memberikan informasi perihak tersebut kepada warganya. Hal inilah yang lantas membuat warga terdampak cemas rumahnya akan digusur. Sebab mayoritas warga yang bermukim dan membuka usaha di area Jokteng Timur Laut ini sudah cukup lama hingga puluhan tahun.

Warga yang sekiranya terdampak di kedua kampung tersebut berharap agar Pemda DIY segera melakukan sosialisasi sedini mungkin terkait rencana pemugaran tersebut. Dengan adanya penjelasan langsung dari Pemda DIY tentunya bisa mengurangi kekhawatiran dan memberikan pengertian kepada warga setempat. (KR)

BERITA REKOMENDASI