Tenaga Ahli Konsultan Dituntut Mampu Menulis Karya Ilmiah

YOGYA, KRJOGJA.com – Tenaga ahli konsultan diwajibkan mengantongi sertifikat keahlian untuk dapat menjalankan profesinya sebagai konsultan di berbagai bidang. Salah satu persyaratan mendapat atau memperpanjang sertifikasi, para tenaga ahli konsultan harus menulis karya ilmiah.

Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil UJB, Dr Nindyo Cahyo Kresnanto mengatakan, para tenaga ahli konsultan sebenarnya punya banyak data di lapangan. Namun kesulitan menuliskan dalam sebuah karya ilmiah. " Prodi Magister Teknik Sipil memberikan fasilitas bimbinhan penulisan karya ilmiah bagi mereka," terang Nindyo kepada KRJOGJA.com disela Bimbingan Teknis Penulisan Ilmiah di Ruang Executive UJB, Jalan Tentara Rakyat Mataram 57, Badran Yogyakarta, Sabtu (16/3/2019).

Bimbingan teknis penulisan karya ilmiah ini kerja sama DPP Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (Intakindo) DIY, sebuah asosiasi profesi dengan Prodi Magister Teknik Sipil UJB Yogyakarta diikuti ratusan tenaga ahli konsultan bidang konstruksi. Hadir dalam acara Rektor UJB Dr Ir Edy Sriyono MT, Ketua DPP Intakindo DIY Rudiyatmoko ST MT dan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) DIY Dr Widodo Brontowiyono.

Menurut Nindyo, sertifikat tenaga ahli konsultan berlaku selama 3 tahun dan harus diperbaharui/diperpanjang. Untuk dapat memperpanjang sertifikat, maka setiap tenaga ahli harus mengantongi 40 angka Satuan Kredit Pengembangan Keprofesian (SKPK) dalam setahun. "Satu karya ilmiah yang telah dipublikasikan lewat jurnal atau seminar mempunyai nilai 25-30 SKPK," ujarnya. (Dev)

Ketika mengikuti bimbingan penulisan, para peserta diberi materi metodologi penulisan karya ilmiah, dilanjutkan workshop penulisan. Setelah mengikuti bimbingan ini, kata Nindyo, para peserta akan mampu menulis karya ilmiah yang siap dipublikasikan, atau minimal draft karya ilmiah. "Jadi sertifikasi ini sangat penting untuk standarisasi keahlian para tenaga ahli konsultan di seluruh Indonesia," tuturnya.

Materi yang diberikan meliputi sosialisasi implementasi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) oleh Iwan Gunawan SPdT, materi metodologi penelitian dan penulisan ilmiah oleh Dr Muhammad Kunta Biddinika dan materi bimbingan teknis penulisan ilmiah oleh Dr Nindyo Cahyo Kresnanto. (Dev)

BERITA REKOMENDASI