Tenaga Kerja Wajib Miliki Sertfikasi Kompetensi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) membawa konsekuensi pada standarisasi kompetensi dan sertifikasi keahlian sumberdaya manusia (SDM) untuk berkompetisi dalam mencari pekerjaan. Hal tersebut menjadi syarat utama bersaing pada ketatnya dunia kerja di negara-negara ASEAN.

"Syarat mengirim tenaga kerja di negara-negara ASEAN setelah MEA adanya sertifikasi kompetensi. Karena kompetisi pekerjaan yang makin keras, satu-satunya cara agar memiliki daya saing dengan sertifikasi tersebut," ucap kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY dr Andung Prihadi Santosa dalam acara Penyerahan Sertifikat Kompetensi di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata DIY, Kamis (15/03/2018).

Sertifikasi tersebut menurut Andung menjadi syarat secara internasional dan bukti riil bagi dunia kerja. Sehingga ke depan, bukti sertifikasi ini menjadi hal utama yang akan diminta ketika bersaing memperebutkan posisi di tempat kerja.

"Khususnya untuk dunia pariwisata, saat ini memang sedang menjadi unggulan. Tidak hanya di DIY dan Indonesia, di beberapa negara ASEAN sektor pariwisata ini juga  menjadi andalan. Sehingga butuh SDM mumpuni untuk mengembangkan dan memajukan dunia pariwisata tersebut," lanjutnya.

Terpisah Ketua LSP Pariwisata DIY Bagus Ardhi Baliontoro membenarkan jika perkembangan pariwisata di DIY yang pesat harus didukung SDM yang tangguh dan berkompeten. Untuk itulah pihaknya siap dan berkomitmen melahirkan SDM berkualitas dibuktikan dengan sertifikat kompetensi yang sesuai dengan bidangnya.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah dunia usaha perhotelan dan restoran memperoleh sertfikat dari Program Disnakertrans DIY melalui LSP Pariwisata DIY, yakni Amaris Hotel Malioboro, Fave Hotel Kotabaru, Brothers Inn Hotel, Grand Keisha, Grand Mercure Hotel, Burza Hotel, Bornga Restaurant, Sasanti Resto, KJ Hotel, Neo Malioboro, Satoria Hotel dan Eclipse Hotel. (Feb)

BERITA REKOMENDASI