Tenang, Belum Ada Kasus Positif Difteri di DIY

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Meski di wilayah DIY ada lima pasien suspect difteri, namun masyarakat tidak perlu panik. Karena sampai Rabu (13/12), dari lima pasien suspect tersebut belum ada yang dinyatakan positif difteri. Untuk itu perlu dipahami bahwa status suspect adalah pasien baru terduga, jadi untuk memastikan perlu pengujian laboratorium secara mendetail.

 

"Memang suspectnya ada lima dan masih menjalani perawatan, mudah-mudahan saja suspect negatif. Semua suspect tersebut sudah dlakukan pemeriksaan laboratorium dan yang masih menunggu hasilnya ada dua.
Dua suspect yang masih menunggu hasil laboratorium tersebut pasien dari Sleman dan Bantul. Sementara tiga pasien suspect lainnya secara fisik negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY drg Pembajun Setyaningastutie, MKes di Kepatihan Yogya, Rabu (13/12).

Pembajun menyatakan, pengujian bakteri dilakukan di dua laboratorium yang berbeda, satu di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya dan satunya di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Yogyakarta. Saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari hasil penelitian laboratorium tersebut. Sementara saat ditanya soal asal suspect di 2017, menurut Pembajun, berasal dari Bantul, Sleman dan laporan dari Kulonprogo.

"Kalau dilihat dari usia suspect, paling muda 14 tahun dan tertua 20 tahun. Jadi kebanyakan dari mereka di luar usia yang tercakup di Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)," katanya.

Pembajun mengingatkan, kewaspadaan dan pencegahan terhadap defteri memang penting, tapi bukan berarti harus panik. "Untuk itu dukungan dari media sangat kami harapkan, supaya berita-beritanya tidak membuat opini seolah masyarakat di DIY sudah terjangkit difteri. Insya Allah dengan cakupan imunisasi DIY di atas 95 persen, masyarakat akan terlindungi dari kasus difteri," papar Pembajun. (Ria/Dev)

BERITA REKOMENDASI