Tenang Para Ortu! Aturan Juknis PPDB SMA/SMK Bisa Dikondisikan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Lembaga Ombudsman DIY (LO DIY) mengapresiasi perjuangan ratusan orangtua siswa yang keberataan atas Juknis PPDB DIY 2019 SMA/SMK. LO DIY siap berdiskusi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY atau pembuat kebijakan agar PPDB yang dilaksanakan setiap tahun bisa dirasakan aman dan nyaman bagi orangtua dan siswa.

"LO DIY menerima ratusan laporan keberatan Juknis PPDB SMA/SMK 2019 yang menimbulkan gejolak dan keresahan karena orangtua lulusan SMP 2019 merasa diperlakukan tidak adil hanya punya satu pilihan zonasi 1, dan ini sangat berpengaruh dengan semangat belajar dan psikologis siswa," ucap Ketua LO DIY, Suryawan Raharjo kepada KR, Senin (10/6) di Kantor LO DIY, Jalan Tentara Zeni Pelajar No.1-A, Bumijo, Jetis, Yogya usai menerima perwakilan orangtua siswa.

Suryawan menyebutkan permasalahan ini tidak bisa dilihat sepotong-sepotong. "Solusi dari permasalahan ini harus mengakomodir kepentingan semua pihak. Aturan yang dibuat bisa dikondisikan dipelajari dan dimengerti orangtua/siswa dulu jangan sampai ada yang merasa dirugikan atau diuntungkan, misal merasa aturan tahun lalu lebih menguntungkan sementara tahun ini merugikan," tegas Suryawan.

Lebih lanjut Suryawan menyatakan  misalkan nanti ada perubahan, peninjauan atau diteruskan semua pihak harus berdiskusi. "Sebagai Daerah Istimewa dengan budaya luhur, aspirasi orangtua dan perkembangan saat ini bisa menjadi point penting arah diskusi dengan semua UPTD yang berkompeten," tegasnya.

Sementara perwakilan orangtua siswa dari Forum Masyarakat Yogyakarta Istimewa Peduli Pendidikan yang dipimpin Najib M Saleh menyatakan perjuangan mereka dari pertemuan dengan DPRD, Gubernur, LOD terus mendapat dukungan ratusan orangtua siswa. "Kita mendengar hari ini ada rencana pertemuan Disdikpora DIY di LO DIY sehingga kita coba datang lebih awal, ternyata diundur Rabu (12/6) besok. Selama 2 jam kita sudah beraudiensi dengan LO DIY," ucapnya.

Najib didampingi orangtua siswa lainnya Elvin Mulyanto, Parno, Deni menyebutkan sebelum Lebaran dalam pertemuan dengan Sekda Pemda  DIY, Ir Gatot Saptadi memberi tanggapan bahwa  aspirasi sudah ditangkap dan Juknis dipastikan berubah. "Draft perubahan juknis sebenarnya sudah disusun, tapi masih menunggu hasil pertemuan Disdikpora dengan LOD. Prinsipnya kami juga mendukung zonasi seperti yang ditetapkan Juknis 2018 dengan jarak 5 km," ucap Elvin menambahkan. (M-3)

 

 

BERITA REKOMENDASI