Terjadi Kesejangan Lulusan PT dengan DUDI

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Harus diakui, terjadi kesenjangan lulusan Perguruan Tinggi (PT) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Salah satu solusinya sebelum lulus mahasiswa magang di DUDI. Demikian diungkapkan Dr Salamatun Asakdiyah MSi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat membuka Implimentasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Jumat (24/09/2021).

Implementasi MBKM dan Pelatihan Entreprise Resourse Planning (ERP) Kerja sama Prodi Manajemen FEB UAD dengan CV Inolabs juga menghadirkan narasumber Dian Mitra Widiansyah SKom MBA (Founder CV Inolabs Indonesia) dengan moderator Ahmad Rizal Solihudin SMB MBA. Dalam momentum tersebut sekaligus pendatanganan MoU FEB-UAD dengan CV Inolabs Indonesia selama 5 tahun serta penyerahan secara simbolik mahasiswa magang. Hadir pula Dyah Fitriani SE MM, Kaprodi Manajemen FEB-UAD dan menjadi saksi penandatanganan MoU.

Menurut Salamatun, program MBKM ini bertujuan perbaikan kurikulum, meningkatkan kompetensi dosen dan kompentensi mahasiswa. Dijelaskan Salamatun Asakdiyah, menjadi lulusan FEB yang tangguh membutuhkan kerja keras merealisasi, selain teori, praktek juga mendapatkan pengalaman kerja di dunia industri dan usaha.

Sedangkan Dian Mitra Widiansyah SKom MBA mengakui, memang terjadi kesenjangan lulusan PT dengan DUDI. “Maka UAD menggandeng kami para vendor, praktisi untuk mentraining para mahasiswa agar mereka siap bekerja dengan program MBKM,” ujarnya.

Selain itu, salah satu kesenjangan solusinya dengan training. “Kami akan memberikan eduksi dengan dunia kerja sesungguhnya,” ucapnya.

Harus diakui pula, teori-teori dan kurikulum kalah cepat dengan teknologi. “Teknologi lebih cepat dibanding teori dan kurikulum. Untuk itu perlu disinkronkan,” tandasnya. (Jay)

UAD

BERITA REKOMENDASI