Ternyata, Bani Bassis Seventeen Tulang Punggung Keluarga

SLEMAN, KRJOGJA.com – Maut menjadi rahasia Illahi. Tidak ada satupun daya upaya untuk memajukan atau memundurkan datangnya kematian meski hanya satu detik. Hal itu berlaku bagi seluruh makhluk hidup. Demikian juga dengan kejadian tragis yang menimpa band Yogyakarta, Seventeen yang sedang manggung di Pantai Anyer Jawa Barat.

Gelombang Tsunami menerjang panggung yang mereka tempati hingga hancur. Salah satu personil, Muhammad Awal Purbani (36) menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Bassis Seventeen yang akrab disapa Bani ini jenazahnya ditemukan masih di sekitar lokasi acara di antara puing reruntuhan panggung yang sebelumnya ia tempati untuk menghibur penonton.

"Saya dapat kabar sekitar jam 2 dini hari tadi. Kabarnya dari istrinya Bani. Allah SWT punya kehendak lain. Semoga almarhum husnul khatimah," ujar sang ayah, Fajar Wibowo didampingi sang istri, Marjinah sambil menahan air mata saat dijumpai di kediamannya Gamping Tengah Rt 04/15 Ambarketawang Gamping Sleman, Minggu (23/12).

Menurut Fajar, meski jenazah putra sulungnya sudah dikenali, tapi belum bisa dipulangkan karena menunggu prosedur. Namun, berharap jenazah Bani dapat segera dipulangkan untuk dimakamkan di dekat kediamannya, Gamping Tengah.

Fajar menceritakan, rencananya setelah manggung di Jawa Barat, Bani akan langsung pulang ke Yogya. Barulah setelah itu berangkat tour ke Sumatra hingga setelah tahun baru. Namun takdir berkehendak lain. Justru acara di Pantai carita yang menurut Fajar merupakan agenda 'dadakan' justru menjadikan jalan cerita lain bagi segenap punggawa Seventeen. "Rencana mau langsung pulang. Dua hari lalu sempat bilang mau bantu biaya sekolah adik bungsunya yang saat ini masih SMK," sebutnya.

Bagi keluarga, almarhum kelahiran 9 Maret 1982 ini memang menjadi tulang punggung keluarga. Ia membantu adik-adiknya hingga mentas. Bahkan dua adik perempuannya menikah lebih dulu melangkahi dirinya sendiri. "Karena itu Bani nikahnya agak telat karena pilih ikut membantu biaya saudara-saudaranya," lanjut Fajar yang memiliki lima anak tersebut.

Bagi keluarga dan tetangga serta sahabat-sahabatnya, Bani juga sosok yang supel bergaul. Ia tidak sungkan menyapa siapa saja yang dikenalnya meski ketenaran sudah digenggam. "Yang bikin kami bangga, anaknya akhir-akhir ini makin tekun beribadah. Sering ikut kajian," sebut Fajar.

Bahkan dikatakan Fajar, Bani memiliki rencana untuk undur dari dunia musik yang sudah ditekuninya sejak duduk di bangku SMK dan memilih bidang usaha konveksi. Rencananya usaha yang join dengan salah satu temannya akan mulai dirintis pada awal tahun depan.

Kepergian Bani sendiri meninggalkan duka mendalam bagi sang istri, dr Cindri Wahyuni. Ia meninggalkan putri cantik yang berusia 2 tahun serta saat ini, istrinya juga baru mengandung calon akan keduanya di usia kandungan tiga bulan. "Mohon doanya. Mohon dimaafkan segala kesalahan almarhum," ucap Fajar. (Feb)

BERITA REKOMENDASI