Teror Diskusi di UGM, Pakar Hukum HAM : Kemunduran Demokrasi dan Kebebasan Akademik

YOGYA, KRJOGJA.com – Teror yang terjadi pada penyelenggara diskusi bertajuk “Persoalan Pemecetan Presiden di Tengan Pandemi Ditinjau dari Sisten Ketatanegaraan” di Universitas Gadjah Mada (UGM) dianggap sebagai kemunduran demokrasi dalam ruang kebebasan akademik.

Dr. Suparman Marzuki, Pakar Hukum Hak Asasi Manusia (HAM) Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) sekaligus Mantan Ketua Komisi Yudisial, menegaskan bahwa negara harus melindungi rakyatnya dari tindakan yang membatasi hak berpendapat. Kebebasan berpendapat dinilainya sebagai hak dasar manusia yang harus dijunjung tinggi.

“Kalau negara diam, maka dipastikan negara ini melanggar hak asasi manusia yang sifatnya crime by omission atau pembiaran,” ungkap Suparman, pada Senin (1/6/2020) dalam diskusi daring yang diselenggarakan Forum Kajian dan Penulisan Hukum (FKPH) FH UII.

BERITA REKOMENDASI