Tertinggal, Pendidikan Tanpa Teknologi

YOGYA, KRJOGJA.com – Kehadiran teknologi informasi jelas memberi manfaat besar di segala lini kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Bahkan pendidikan tanpa teknologi akan tertinggal. Proses pembelajaran yang selama ini tatap muka dengan kehadiran teknologi proses pendidikan bisa melaui online. 

Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu dan pembelajaran, sebab bisa mengakses ilmu, keterampilan lewat teknologi. Artinya, teknologi bisa memudahkan sekaligus menggusur dan menghancurkan profesi guru yang tidak adaptatif dengan teknologi.

Demikian diungkapkan Dr Kasiyarno MHum, Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat membuka Seminar Nasional 'Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal untuk Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0' di kampus 1 UAD, Jalan Kapas, Semaki, Minggu (30/06/2019). 

Tampak hadir dalam kesempatan itu Dr Dody Hartanto MPd (Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/FKIP UAD) serta pengantar sambutan Basri Damara (Ketua Panitia Pergelaran Pendidikan Dasar Nasional V).

Menurut Kasiyarno, menghadpi era revolusi industri 4.0, dunia pendidikan dituntut harus inovatif. "Inovatif tidak harus menciptakan sesuatu yang baru, cukup menambah dengan apa yang ada sebelumnya sudah inovatif," ucapnya. 

Contohlah, sebagai guru, bahan dan materi bahan ajar bisa sama, tetapi media pembelajaran dengan sentuhan teknologi dan kemampuan komunikasi yang baik, komunikatif dan menyenangkan dengan power point, video, animasi, screen digital sudah sesuatu yang inovatif. Kemampuan belajar, adaptatif memang menjadi tantangan guru. 

"Waktu guru jangan hanya dihabiskan untuk  administrasi sekolah," ujarnya. Selain komunikasi perlu kerja kolaboratif serta memiliki rasa percaya yang tinggi. Pola pikir, pola sikap dan pola hati memang harus selaras dengan dunia pendidikan yang dinamis.

Sedangkan Basri Damara dalam laporannya menyebutkan, Seminar Nasional yang diselenggarakan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD tersebut bagian dari Pergelaran Pendidikan Dasar Nasional V. 

Hadir sebagai narasumber Prof Dr Harun Joko Prayitno MHum (Ketua Asosiasi LPTK Perguruan Tinggi Muhammadiyah) bicara soal pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Dr Suryanti MPd (Ketua Umum Asosiasi Dosen PGSD Seluruh Indonesia) membahas kebijakan pendidikan untuk menghadapi revolusi industri 4.0. 

Pembicara lain, Muhammad Sayuti MEd PhD, praktisi teknologi mengupas tantangan dan peluang dunia pendidikan menghadapi revolusi industri 4.0, Drs Mulyanto MHum (Pengelola Jogja Belajar) membahas implementasi revolusi industri 4.0 dalam dunia pendidikan. (Jay)

BERITA REKOMENDASI