Tertunda, Program Edutourism UAD

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Selama pandemi Covid-19 yang berlangsung kurang lebih 2 tahun, ada beberapa program Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tertunda.

“Program yang tertunda seperti Edutourism, yakni Eduwisata atau Wisata Pendidikan di kompleks Kampus 4/Utama Ringroad Selatan Bantul,” ujar Dr Muchlas MT, Rektor UAD saat memberi sambutan Buka Puasa Bersama Pimpinan, Forum Wartawan UAD di Hotel Grand Inna Malioboro, Senin (25/04/2022).

Tampak hadir para Wakil Rektor UAD, Parjiman MAg, Rusydi Umar PhD, Dr Norma Sari MH, Utik Bidayati MM, Dr Gatot Sugiarto MH. Hadir pula semua pimpinan fakultas.

Dijelaskan Muchlas, Edutourism UAD sebenarnya digagas sudah lama, terutama di kawasan kampus 4 UAD di Ringroad Selatan – Bantul. Di kawasan itu telah berdiri Museum Muhammadiyah.

“Museum Muhammadiyah masih menunggu penyelesaian akhir pembangunannya. Kalau Observatorium UAD, Pusat Studi Astronomi – Pastron sudah jadi,” katanya.

Edutourism ini memang dirancang, menggabungkan pariwisata dan pendidikan yang dikemas menjadi program perjalanan edukasi itu bisa diakses secara individu atau kelompok masyarakat umum. Diakui Muchlas, tertundanya program Edutourism ini karena selama pandemi Covid-19 dilakukan rasionalisasi, refocusing finansial, baik mitigasi maupun akademik.

Rektor UAD dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan dengan program Internasionalisasi UAD. Sampai sekarang UAD telah bekerja sama dengan 48 negara, 100 perguruan tinggi.

“Program itu tetap berjalan, meski tidak seleluasa sebelum pandemi Covid-19. Belum lama mengirim 5 mahasiswa UAD ke Eropa,” ujarnya.

Terkait perkuliahan tatap muka, memang belum sepenuhnya. Masih pola blended learning, 50 persen tatap muka dan online 50 persen.

Rusydi Umar PhD, Wakil Rektor Bidang Akademik UAD menambahkan, perkualiahan 100 persen tatap muka akan berlangsung semester depan. “Pola Blended berbasis mata kuliah. Mahasiswa wajib datang ke kampus,” tandasnya.

Ditambahkan Muchlas, UAD memiliki mitra binaan desa maupun sekolah di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa, selama pandemi Covid-19 ada yang berjalan dengan baik, ada pula yang mengalami kendala.

“Semua dalam pantuan UAD. Kerja sama rata-rata berlangsung 5 tahun, yang mandiri sudah dilepas yang belum mandiri tetap dilakukan pendampingan oleh UAD,” tandasnya. (Jay)

UAD

BERITA REKOMENDASI