Terus Berkembang, MICE Jadi Peluang Besar Bagi Bisnis Pariwisata

YOGYA, KRJOGJA.com – Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE) dinilai bakal menjadi peluang terkini yang sangat potensial bagi bisnis pariwisata. Hal tersebut lah seperti yang disampaikan Event Management Consultant Ir Eko Prabowo MBA MSc dalam knowledge sharing ‘All About MICE Tourism’ di Hotel Artotel Yogyakarta, Sekasa (17/09/2019) sore.

Eko menceritakan, terdapat penelitian yang bersumber dari staf ahli bidang ekonomi dan kawasan pariwisata menunjukkan 10% dari 20 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia merupakan orang-orang yang sedang dalam perjalanan bisnis. Namun, mereka memanfaatkan momen perjalanan bisnis tersebut juga sebagai perjalanan wisata, sehingga disebut dengan wisatawan MICE.

"Sekarang orang kalau datang meeting ke luar kota contohnya di Bali, mereka pasti akan fokus ikut meeting cuma lima hari saja yaitu senin-jumat. Sisanya, sabtu minggu mereka pasti sudah pergi jalan-jalan atau berbelanja,” ujarnya saat memaparkan materi di hadapan puluhan peserta knowledge sharing ‘All About MICE Tourism’ yang merupakan serangkaian kegiatan  Jogja Tourism Festival (JTF) 2019.

Eko menambahkan, saat ini telah terjadi pergeseran terkait pengertian MICE di masyarakat. Dimana kini mereka mulai melihat MICE dari dua sisi, yaitu sebagai kegiatan bisnis yang harus ada keuntungan dan kegiatan wisata yang disebut dengan Wisatawan MICE.

"MICE menjadi penting di bidang pariwisata karena terdapat banyak keuntungan didalamnya. Beberapa keuntunganya yaitu jumlah wisatawan MICE banyak dan mereka cenderung menghabiskan waktu tinggal lebih lama,” tambahnya. 

Selain itu, Eko menerangkan bahwa wisatawan MICE ini menjadi ladang rejeki di low season pariwisata. Promosi destinasinya pun dinilai bakal lebih meluas karena banyaknya media yang memberitakan. Bahkan, ia pun mengamati bahwa wisatawan MICE dapat mengeluarkan anggaran tujuh kali lipat dibanding pengunjung biasa.

“Wisatawan MICE itu mengeluarkan anggaran tujuh kali lebih besar dibandingkan wisatawan biasa. Tentunya hal tersebut sangat menguntungkan sekali dari segi ekonomi. Maka pemerintah sendiri saat ini juga sudah mulai mengembangkan bisnis MICE dalam bidang pariwisata,” tegasnya.

Ketua JTF 2019 Muhammad Adlil Haq atau yang biasa disapa Willy mengaku sangat senang dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi untuk belajar mengenai MICE. Bahkan, saking banyaknya jumlah pendaftar tersebut membuat pihaknya harus menutup pendaftaran lebih awal.

Hanya dibuka tidak sampai kurun waktu 24 jam, lebih dari 80 orang pun langsung mendaftar saling berebut kesempatan bergabung. Bahkan, mereka yang datang tidak hanya dari kalangan pelaku pariwisata, melainkan juga komunitas, akademisi, maupun pejabat pemerintah layaknya Dinas Pariwisata DIY. "Kami senang anstusiasme masyarakat untuk bergabung sangat tinggi. Melalui kegiatan sharing seperti ini lah bentuk salah satu upaya kita bersama untuk membawa Yogyakarta sebagai destinasi terkemuka di Asia Tenggara, yaitu sama-sama saling belajar terhadap peluang yang dapat dikembangkan,” terangnya.

Menurut Willy, kegiatan sharing knowledge hadir memang dikhususkan untuk membangun pengetahuan, memberdayakan, dan menginspirasi para pemangku kepentingan pariwisata. Sehingga dengan begitu para praktisi ini dapat mengambil tindakan lebih efektif dalam mempercepat pergeseran menuju sektor pariwisata yang berkelanjutan. (KRA-01)

 

BERITA REKOMENDASI