Terus Meningkat, Pusat Kegempaan Capai 1,5 Km dari Puncak Merapi

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Pusat kegempaan (hiposenter) saat ini berada di kedalaman kurang dari 1,5 Km dari puncak atau tergolong vulkanik dangkal. Terus naiknya pusat kegempaan mendekati permukaan ini berlangsung sejak Oktober 2020.

“Ini menunjukkan proses migrasi magma dari konduit dangkal menuju permukaan,” terang Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, Sabtu (21/11).

Menurut Hanik, pergerakan magma menuju permukaan juga diindikasikan dengan meningkatnya jumlah gempa hybrid/fase banyak (MP). Data pemantauan sepanjang 20 November 2020, tercatat terjadi 385 kali gempa MP. Menurut Hanik, gempa MP ini berkorelasi dengan pertumbuhan kubah lava. Namun begitu hingga saat ini kubah lava belum muncul ke permukaan.

“Kemunculan kubah lava masih kita tunggu,” ujarnya.

Meskipun data-data pemantauan menunjukkan dekatnya waktu erupsi, namun BPPTKG tidak bisa memprediksi secara tepat kapan erupsi Gunung Merapi akan terjadi. Yang bisa dilakukan oleh BPPTKG adalah memperkirakan ancaman bahayanya.

“Setelah kubah lava muncul di permukaan, kami bisa menghitung kecepatan pertumbuhan kubah lava, berapa volume materialnya juga potensi jarak luncur awan panas kalau terjadi erupsi,” katanya.

BERITA REKOMENDASI