‘The Falcon’, Motor Kustom Dari Yogya Berangkat ke Jepang

YOGYA, KRJOGJA.com – Anak-anak muda Yogyakarta dari Queen Lekha Choopers kembali dipilih sebagai wakil Indonesia di ajang 27th Annual Yokohama Hot Road Custom Show 2018, Jepang akhir November nanti. Sebuah motor kustom yang diberinama The Falcon yang mengusung tema besar Native American bergenre oldskool chooper dipersiapkan untuk membuka mata dunia. 

Muhammad Perdana Agung Satria, builder Queem Lekha mengungkap motor yang menggunakan mesin model S&S Knucklehead Kn74 1200 cc tersebut dibuat setelah ia terinspirasi etos kerja masyarakat Indian. Tahun 2017 lalu, Queen Lekha menangkap belum ada builder di Yokohama yang mengusung konsep Indian hingga kemudian diwujudkan dalam motor The Falcon. 

“Kami terinspirasi dengan kerja keras orang Indian, yang sepertinya merepresentasikan apa yang kami alami di industri kustom tanah air. Kami coba konsep, kerjakan hingga tiga bulan dan akhirnya selesailah motor The Falcon,” ungkapnya dalam bincang media Rabu (31/10/2018). 

Setiap detail motor The Falcon menurut dia memiliki simbol dan filosofi suku Indian. Di desain tangki misalnya mewujudkan pemukiman suku Indian juga exhaust yang menyimbolkan anak panah salah satu senjata khas suku Indian. 

“Estetika dan teknikal kami perhatikan betul di motor ini di mana kami ajak juga seniman asli seperti Danny Hacka dan pakar kriya logam perak asal Kotagede, Sweda. 90 persen motor ini handmade dan ingin menegaskan sebagai sebuah karya kustom anak-anak Indonesia, Yogyakarta,” sambungnya. 

Beth Albichar Muchammad, owner The Falcon menambahkan motor tersebut dibuat setelah menjual motor yang lama sepulang dari Yokohama 2017. “Saat itu ada peminatnya, kami jual untuk membangun The Falcon ini. Saya sangat percaya pada Queen Lekha dan jadilah motor ini, sudah sempat kami display di Kustomfest dan dapat sambutan bagus teman-teman hingga akhirnya berani berangkat lagi ke Yokohama,” ungkapnya. 

Beth yang murni pendana motor The Falcon tersebut enggan menyebutkan Rupiah yang dikeluarkan untuk membangun sebuah motor bermesin Harley Davidson tersebut. “Kalau berapa, saya tidak mau sebutkan karena karya itu sulit dihitung dengan uang. Nanti kalau laku mungkin saya bisa beritahu harganya,” sambungnya tersenyum. 

Sementara Direktur Kustomfest Lulut Wahyudi mengungkap motor The Falcon adalah salah satu dari delapan wakil Indonesia yang akan ikut serta dalam ajang tahunan lebaran Kustom dunia di Yokohama Jepang. Mereka berpartisipasi dalam program Indonesian Attack yang kali kedua ini diberangkatkan menuju Jepang. 

“Kami ingin menunjukkan dari Yogyakarta, dari Indonesia ada builder-builder berbakat yang karyanya bisa membuka mata dunia. Kami tidak target harus dapat penghargaan apa di sana (Yokohama), tapi terpenting menunjukkan karya anak-anak Indonesia bisa bersaing di dunia,” ungkap Lulut. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI