THR Wajib Berupa Uang Tunai

YOGYA, KRJOGJA.com – Kendati setiap proses penanganan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan kini berada di DIY, namun Pemkot Yogya secara khusus tetap membuka posko pengaduan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Posko yang dibuka sejak Senin (5/6) hingga H+7 Lebaran hanya untuk menerima setiap aduan serta mengawal pembayaran THR.

"Pengawas ketenagakerjaan per 1 Januari 2017 memang dilimpahkan semuanya ke provinsi. Sehingga ketika ada masalah industrial, maka penyelesaiannya di provinsi. Tapi kami masih memiliki kewenangan untuk monitoring dan
pembinaan. Khusus pembayaran THR ini, akan kami kawal sepenuhnya," papar Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogya, Lucy Irawati, di sela pembukaan Posko Pengaduan THR, kemarin.

Posko yang berada di Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi kompleks Balaikota Yogya itu sudah mulai melayani pengaduan dari kalangan buruh maupun serikat buruh. Terdapat 12 petugas yang diterjunkan untuk menerima setiap aduan. Bahkan, nomor telepon seluler petugas juga turut disebar lantaran pengaduan dapat diterima melalui pesan singkat.

Di samping itu, THR wajib diberikan dalam bentuk uang tunai, dan bukan barang. Jika ada perusahaan yang hendak memberikan barang, maka hal itu hanya sebagai hadiah dan tidak dinilai sebagai THR. "THR sifatnya wajib
diberikan. Bagi yang tidak membayarkan, bisa dikenai ancaman pidana berupa kurungan maksimal 6 bulan dan atau denda paling banyak Rp 50 juta. Sanksi itu diatur dalam Perda Kota Yogya No13 Tahun 2009," jelas Kasi
Hubungan Industrial, Bob Reinaldi. (Dhi/*-2)
 

THR

BERITA REKOMENDASI