Tiap Tahun BBTKLPP Miliki Ratusan Kajian

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta setiap tahun memiliki puluhan bahkan hampir ratusan kajian. Hanya saja, sampai saat ini belum mempunyai kemampuan untuk membahasakan kajian itu menjadi lebih teknis maupun menjadi bahasa yang lebih umum, sehingga bisa dimanfaatkan oleh lintas program dan lintas sektor serta masyarakat.

Karena itulah, BBTKLPP Yogyakarta mengadakan kegiatan Pembahasan dan Penyusunan Laporan Analisis Data Laboratorium, Kamis-Jumat (18-19/02/2021). “Pada pelatihan ini kami ingin belajar bagaimana memvisualisasikan itu, bagaimana membahas kajian itu dengan baik dan kami juga ingin belajar bagaimana nantinya kita dapat membahas kajian itu dalam media massa,” kata Kepala BBTKLPP Yogyakarta, Dr dr Irene MKM saat membuka kegiatan ini.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi KRJOGJA.com, Sabtu (20/02/2021), dijelaskan, pelatihan secara daring ini diikuti 68 peserta dan menampilkan narasumber pakar di bidangnya. Narasumber pertama Dr Dwiarso Rubiyanto SSi MSi (UII) dengan materi “Menghindari plagiarism data. Penyusunan karya tulis ilmiah analisis data laboratorium. Selanjutnya Ahmad Lutfi SS MA (Wapemred Kedaulatan Rakyat) membahas pedoman dan syarat penulisan ilmiah di media massa. Hari kedua menghadirkan Hendro Subagyo M Eng (PDDI LIPI Jakarta) dengan materi Seni visualisasi data hasil pemeriksaan laboratorium air minum dan pengelolaan media dengan ISSN. Terakhir Dr drg Dibyo Pramono SU MDSc (UGM) membahas teknik analisis data pemeriksaan laboratorium air minum secara analitik.

Dr Irene berharap, setelah adanya pelatihan ini kajian-kajian yang dilakukan oleh BBTKLPP Yogyakarta dapat lebih memberikan kontribusi terhadap upaya dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit. “Semoga hasil dari pelatihan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas para peserta dalam melakukan penulisan dan menyajikan kajian dengan lebih baik,” harapnya.

Ditambahkan, BBTKLPP Yogyakarta ini merupakan salah satu dari unit pelaksana teknis dari Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Indonesia yang memang for bussinesnya melakukan kajian-kajian kemudian memberikan solusi dalam teknologi tepat guna. “Di unsur kaji ini tentunya setiap kami melakukan kajian harus ditulis,” tambahnya. (Fie)

BERITA REKOMENDASI