TIC Dispar Kembangkan Sistem Informasi Kepariwisataan DIY

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Dinas Pariwisata (Dispar) terus melakukan terobosan dan inovasi peningkatan pelayanan informasi melalui Tourism Information Center (TIC) Tourist Information Service) dan Tourist Information Service (TIS) sebagai panduan layanan informasi guna memenuhi kebutuhan wisatawan yang dapat diakses secara langsung (offline) maupun digital (online). Pihaknya pun tengah mengembangkan sistem informasi kepariwisataan DIY sebagai bank data untuk keperluan internal maupun eksternal.

“Kami melakukan updating peningkatan layanan TIC dan TIS Dispar DIY baik secara langsung maupun via media sosial disesuaikan dengan kondisi di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Protokol kesehatan maupun syarat sertifikasi Clean, Health, Safety and Environment (CHSE) harus dipatuhi karena merupakan kami terutama dalam pelayanan kepada wisatawan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Informasi Pariwisata Dispar DIY Benny Saptianto kepada KR di Yogyakarta, Jumat (17/9).

Benny menegaskan pihaknya tetap tidak menutup diri di masa pandemi ini dengan tetap membuka layanan langsung di TIC/TIC Dispar DIY maupun melalui layanan online di berbagai media sosial yang ada. Pelayanan TIC/TIS Dispar DIY secara langsung ini diupayakan telah memenuhi protokol kesehatan dan syarat CHSE tersebut. “Pengunjung wajib menggunakan masker, melalui pemeriksaan suhu badan dan menggunakan hand sanitizer atau cuci tangan sebelum masuk TIC/TIS. Tempat duduk diatur jaraknya, kapasitasnya serta ada pembatas kaca antara petugas informasi dengan pengunjung, brosur fisik hingga brosur digital, karena kami tetap harus mengutamakan protokol kesehatan,” tuturnya.

Selain layanan TIC Dispar DIY melalui berbagai media sosial serta aplikasi Visiting Jogja, Benny menambahkan layanan WhatsApp di nomor +62 852-2571-5858 yang bisa diakses selama 24 jam untuk melayani wisatawan maupun pengujung. Wisatawan pun dapat mengakses layanan informasi TIC/TIS Dispar DIY digital melalui berbagai media sosial seperti Youtube, Instagram, Facebook, TikTok dan sebagainya.

“Wisatawan banyak yang bertanya seputar destinasi wisata di DIY yang sudah bisa dikunjungi sejauh ini. Kami pun tengah gencar sosialisasi penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dan reservasi menggunakan aplikasi Visiting Jogja. Termasuk menginformasikan tiga destinasi di DIY yang ujicoba protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi, jadi kami mengikuti tren yang berkembang,” terangnya.

Dispar DIY juga tengah mengembangkan sistem informasi terpadu untuk pembaharuan data kepariwisataan DIY saat ini. Sebab data-data kepariwisataan di DIY yang masuk masih tidak sinkron, manual dan kurang valid selama ini baik yang diperlukan publik maupun keperluan internal Dispar DIY. ” Kami tengah kembangkan Sistem Informasi Kepariwisataan DIY ini sebagai bank data. Jadi bank data ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan internal kami maupun kepentingan publik,” imbuh Benny. (Ira)

 

BERITA REKOMENDASI