Tidak Ada Anak yang Bodoh, Cek Gaya Belajarnya Bunda!

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Setiap manusia terlahir dengan membawa genetik berbeda yang membedakan dengan setiap orang lainnya. Hal ini juga berlaku bagi gaya belajar anak disekolah sehingga orangtua wajib memahami 'style' belajar anaknya.

Tanpa disadari ternyata gaya belajar setiap manusia adalah bawaan dari lahir. Gaya ini akan selalu terbawa setiap anak dalam belajar dan memahami materi pelajaran disekolah dan masyarakat.

"Tidak ada anak yang bodoh, namun penyesuaian terhadap gaya belajar yang salah membuat anak tidak dapat maksimal dalam memahami materi," ujar Bunda Wening selaku pemerhati pendidikan dan keluarga dalam acara forum parenting bagi orangtua siswa SD Muhammadiyah Sokonandi, Selasa (5/3) di Aula sekolah.

Bunda Wening menyampaikan ada tiga gaya belajar pada anak yaitu visual, auditori dan kinestetik. Penting bagi orangtua mengamati dan mengkategorikan putra putrinya dalam tipe tersebut.

Tipe visual biasa ditemui pada anak dengan ciri mudah memahami bentuk dan warna. Anak dengan tipe ini mudah memahami sesuatu melalui pengamatan langsung dan membangun pengetahuan dari hasil visualnya.

Kemudian tipe Auditori mencirikan anak lebih mudah belajar melalui indera pendengaran. Pemahaman terbangun melalui apa yang didengar bukan dilihat. Anak dengan tipe ini lebih suka mendengarkan guru dikelas atau belajar sambil dibacakan.

"Tipe yang ketiga adalah kinestetik, anak dengan tipe ini tidak bisa diam dan cenderung suka pelajaran praktek. Pemahaman dilakukan harus dengan cara menyentuh atau praktik langsung tidak sekedar melihat dan mendengar," tambahnya.

Dengan memahami gaya belajar anak, orangtua dituntut mampu menyesuaikan dengan tipe anak. Kesalahan yang lazim terjadi adalah salah menerapkan pola belajar yang pas dengan tipe yang dimiliki anak.

"Dengan pengamatan dan pendekatan langsung orangtua pasti paham dengan gaya belajar setiap anak. Karena ini bersifat genetik kita tidak bisa merubahnya namun harus mampu menyesuaikan sehingga belajar anak menjadi lebih efektif," tambahnya. (Git)

BERITA REKOMENDASI