Tiga Bulan, Dishub DIY Bakal Rajin Gembok Ban di KTL

YOGYA (KRjogja.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mulai melakukan upaya penegakan hukum tertib berlalulintas di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) selama tiga bulan ke depan. Salah satunya dengan menggembok ban mobil dan motor yang nekat parkir di bahu jalan yang telah dipasangi rambu dilarang parkir serta garis kuning dilarang parkir di KTL DIY.

Mengingat kondisi lalulintas di DIY saat ini semakin padat dan jalan tidak semakin bertambah. Sehingga untuk meningkatkan kapasitas dengan melarang kendaraan parkir di badan jalan yang memang tidak diperuntukan bagi parkir.

Kepala Dishub DIY, Sigit Haryanta mengatakan program pengembokan kendaraan ini dalam rangka tertib lalulintas dengan target Kawasan Tertib Lalulintas (KTL). Sebagai 'pilot project' dilakukan di KLT yang berada di provinsi DIY  dengan wilayah antara RS Panti Rapih ke barat sampai Mirota Kampus di Jalan C Simanjuntak (Terban), ke selatan sampai Jalan Jenderal Sudirman lalu ke timur sampai ke simpang empat Galeria Mal atau Jalan Prof Yohanes (Sagan).

"Pengembokan roda kendaraan ini sebenarnya merupakan penertiban terkait dengan pelanggaran terhadap Undang undang Lalulintas. Ada kententuan masyarakat pengguna jalan tidak boleh melanggar rambu maupun marka jalan," kata Sigit kepada KRjogja.com, Rabu (7/9/2016).

Sigit menyampaikan beberapa kendaraan yang digembok tersebut karena parkir pada rambu-rambu lalulintas yang dilarang dan sudah dilengkapi marka kuning yang berbiku-biku (berkelok-kelok) di bahu jalan. Sementara ini, Dishub DIY menargetkan di KTL selama tiga bulan ke depan untuk penertiban parkir. Pihaknya dalam hal ini bekerjasama dengan Pemkab Sleman dan Pemkot Yogyakarta serta kepolisian terkait.

"Upaya ini akan diperluas dan dikembangkan pada KTL yang lain baik di kota/kabupaten se-DIY. Kami harus memastikan KTL yang ada harus dilengkapi rambu-rambu lalulintas, jika belum lengkap tidak bisa dilakukan penindakan," tandas Sigit. (Ira)

BERITA REKOMENDASI