Tiga Hari Uji Coba Pedestrian, PPMAY : Pemilik Toko Bisa Gulung Tikar

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 220 pemilik toko sepanjang Jalan Malioboro dan Jalan A Yani yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Malioboro dan A Yani (PPMAY) menjerit. Mereka terancam gulung tikar menyusul dengan ditutupnya akses masuk kendaraan bermotor ke Malioboro dalam tiga hari Uji Coba Pedestarian Malioboro.

“Omzet turun drastis hingga 80 persen, bahkan ada yang nol penjualannya. Banyak konsumen/warga yang membatalkan berbelanja ke Malioboro, mereka memilih berbelanja di lokasi yang aksesnya mudah. Padahal Malioboro menjadi ikon wisata karena menjadi pusat bisnis yang dinamis, apa-apa tersedia,” ucap Ketua PPMAY Sadana Mulyono usai rapat pengurus PPMAY, Jumat (6/11) di El Hotel Royale, Dagen Yogya.

Didampingi Koordinator PPMAY Karyanto Yudomulyono, Sadana menyebutkan Malioboro sebagai jantung perekonomian di Yogya banyak orang bergantung hidup di sana, termasuk PKL. “Ditutup sehari penuh toko-toko merugi dan akhirnya keputusan logis pengusaha hanya tutup toko. Namun bagaimana dengan nasib sepuluh ribu lebih karyawan toko-toko di Malioboro,” ucap Sadana.

BERITA REKOMENDASI