Tiga Koridor Baru Angkutan Perkotaan Tengah Diujicobakan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Transportasi umum darat salah satunya angkutan perkotaan yang disebut Teman Bus Jogja dituntut menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru di masa pandemi Covid-19. Adaptasi Kebiasaan Baru angkutan umum darat tersebut didukung program pembelian layanan atau Buy The Service (BTS) yang dikenal dengan Teman Bus.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah dianggarkan program Teman Bus di lima kota yaitu Medan untuk 8 koridor, Palembang untuk 8 koridor, Yogyakarta untuk 3 koridor, Solo untuk 6 koridor dan Denpasar untuk 6 koridor. Dengan rata-rata setiap kota mendapat mendapat bantuan operasional sekitar Rp 50 miliar tahun ini.

“Teman Bus Jogja merupakan program layanan BTS keempat sebagai salah satu project dari lima kota yang ditunjuk. Teman Bus Jogja sudah mulai diujicobakan salah satu koridornya sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada angkutan umum dan diharapkan dapat beroperasional di tiga koridor mendekati akhir tahun ini,” kata Direktur Angkutan Multimoda Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani didampingi Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dan Ketua DPD Organda DIY V Hantoro usai uji coba Teman Bus Jogja koridor Ngabean-Taman Kuliner Godean, Jumat (02/10/2020).

Ahmad menyampaikan program ini merupakan bagian layanan publik yang diberikan pemerintah termasuk moda transportasi umum bagi wisatawan khususnya di DIY yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan tanah air. Selain itu, penyelenggaraan angkutan umum saat ini harus mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru dan memenuhi kesesuaian protokol kesehatan dampak dari adanya pandemi Covid-19.

“Tiga koridor yang akan dilalui Teman Bus Jogja ini sementara tidak dipungut biaya alias gratis hingga akhir tahun ini. Seluruh penumpang Teman Jogja wajib memakai masker lalu di bagian pintu masuk disediakan mesin untuk pembayaran non tunai, handsanitizer serta diberikan tanda silang di tempat duduk untuk jaga jarak fisik penumpang,” jelasnya.

Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY Sumariyoto menuturkan kehadiran Teman Bus Jogja atau BTS dari Kemenhub dengan 44 bus di tiga koridor baru yaitu koridor Ngabean-Taman Kuliner Godean, koridor Bandara Adisutjipto-Terminal Pakem dan koridor Terminal Condong Catur-UGM-Terminal Pakem tersebut akan semakin melengkapi angkutan perkotaan di 25 kecamatan di DIY. Angkutan perkotaan di DIY sudah dilayani Trans Jogja dengan 17 jalur dengan mengoperasikan 75 bus dari total 128 armada seiring menurunnya penumpang selama pandemi Covid-19 ini.

“Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan (Menhub) kapasitas penumpang maksimal 70 persen sejak pandemi, guna menjaga jarak fisik antar penumpang. Kita usahakan seluruh armada angkutan perkotaan sudah sesuai SOP dan selalu memperketat protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seluruhnya yang ada di bus wajib mengenakan masker tanpa kecuali dan jaga jarak dengan pengaturan kursi,” jelas Sumariyoto yang akrab disapa Pak Oyot ini.

Direktur Utama PT Jogja Tugu Trans (JTT) Agus Andrianto menambahkan pihaknya selaku operator yang ditunjuk sedang berproses untuk memenuhi 44 armada Teman Bus Jogja tersebut yang sudah sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru. Pihaknya menargetkan 44 armada BTS ini bisa beroperasional dii tiga koridor baru maksimal di awal November 2020.

“Yang jelas seluruh armada kami harus disesuaikan sesuai standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan disediakan hand sanitizer, pengaturan tempat duduk penumpang dan kewajiban memakai masker. Kita pun melakukan penyemprotan desinfektan untuk sterilisasi kendaraan serta pengecekan kesehatan bagi juru mudi maupun pramugara sejak di pool termasuk pengaturan jaga jarak dengan penerapan maksimal 70 persen keterisian penumpang,” pungkas Agus. (Ira)

BERITA REKOMENDASI