Tiket Kereta Akhir dan Awal Tahun Habis Terjual

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – PT KAI mulai menggulirkan masa angkutan Natal dan tahun baru. Aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri pun sudah dilibatkan untuk mengamankan stasiun. Pengamanan meliputi antisipasi barang bawaan yang mencurigakan serta menjaga kenyamanan penumpang.

"Seluruh daerah operasi (daop) sudah siap dari sisi sarana, prasarana, personel hingga pengamanan untuk masa angkutan Natal dan tahun baru. Jajaran TNI dan Polri juga sudah kami kerjasamakan untuk pengamanan," jelas Direktur Operasi PT KAI Apriyono Wedi Chresnanto.

Baca juga :

PT Taspen Tak Pernah Kirim Petugas Lakukan Penggantian KARIP
Kebijakan Penggantian UN Jangan Sampai Dibajak Birokrasi

Salah satu antisipasi yang dilakukan adalah pengamanan di daerah rawan banjir atau longsor. Hal ini karena masa angkutan Natal dan tahun baru bertepatan saat musim hujan. Khusus di wilayah Daop 6 Yogya, selain personel TNI dan Polri juga dikerahkan dua anjing pelacak.

Sementara Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 6 Yogya Eko Purwanto, memperkirakan puncak kepadatan penumpang akan terjadi pada 31 Desember. Jumlah penumpang mencapai 45.783 orang dari seluruh stasiun di wilayah kerja tersebut.

"Untuk saat ini tren kenaikan jumlah penumpang sudah mulai terjadi. Rata-rata ada sekitar 31.000 penumpang yang diberangkatkan tiap hari, baik untuk kereta komuter maupun kereta jarak jauh," jelasnya.

Pada hari biasa, jumlah penumpang di Daop 6 Yogya rata-rata mencapai 20.000 orang. Untuk mengantisipasi kenaikan jumlah penumpang, salah satunya mengoperasionalkan lima kereta tambahan pada 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020. Total kapasitas seluruh kereta tambahan tersebut mencapai 4.800 tempat duduk perhari.

Sementara tiket perjalanan kereta dari Daop 6 Yogya untuk keberangkatan pada tanggal tertentu seperti pada 31 Desember 2019 dan 1 Januari 2020 sudah habis. Sedangkan di luar tanggal tersebut masih tersedia dalam jumlah vari- Momentum Tepat Berburu Properti atif. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI