Tiket Pesawat Mahal Picu Inflasi Kota Yogya Capai 0,75 Persen

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,75 persen pada Mei 2022. Andil terbesar yang mendorong terjadi inflasi tersebut adalah angkutan udara naik sebesar 14,20 persen. Tingkat inflasi kalender (Mei 2022 terhadap Desember 2021) sebesar 3,34 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2022 terhadap Mei 2021) sebesar 4,83 persen.

“Komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2022 sehingga memberikan andil terbesar mendorong terjadinya inflasi adalah angkutan udara naik 14,20 persen dengan andil 0,21 persen. Harga tiket pesawat melabung seiring naiknya permintaan pada liburan panjang,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto di Yogyakarta, Kamis (2/6).

Sugeng mengatakan sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan inflasi diantaranya bawang putih, emas perhiasan, daun melinjo, dan tomat turun 2,85 persen, 0,80 persen, 17,24 persen, dan 6,56 persen. Dengan masing-masing memberikan andil -0,01 persen.

“Inflasi tersebut disebabkan naiknya indeks harga konsumen kelompok makanan 1,81 persen,kelompok pakaian dan alas kaki 0,20 persen,kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,12 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,39 persen,” jelasnya.

Selanjutnya kelompok kesehatan 0,03 persen, kelompok transportasi sebesar 1,69 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,43 persen,kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,24 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,18 persen. Sementara kelompok pengeluaran informasi, komunikasi dan jasa keuangan, dan kelompok pendidikan relatif stabil.

“Dari 90 kota yang dihitung angka inflasinya, 87 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan 2,24 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Tangerang dan Gunungsitoli mencapai 0,05 persen. Deflasi terjadi di tiga kota IHK yaitu Kota Kotamobagu 0,21 persen, Kota Palu 0,19 persen dan Kota Merauke 0,02 persen,” pungkas Sugeng. (Ira)

 

BERITA REKOMENDASI