Tiket Pesawat Picu Inflasi Yogyakarta Capai 0,07 Persen

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,07 persen pada Mei 2021 yang disebabkan naiknya beberapa indeks harga konsumen (IHK). Andil terbesar yang mendorong terjadi inflasi pada Mei 2021 adalah angkutan udara naik sebesar 2,71 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Mei 2021 terhadap Desember 2020) sebesar 0,84 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (Mei 2021 terhadap Mei 2020) sebesar 1,53 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2021 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan BPS pada Mei 2021, di Kota Yogyakarta terjadi inflasi 0,07 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 106,92 pada April 2021 menjadi 106,99 pada Mei 2021.

“Komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2021 sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi diantaranya angkutan udara naik 2,71 persen dengan andil 0,03 persen, emas perhiasan dan daging ayam ras naik 2,15 persen dan 1,97 persen dengan andil masing-masing 0,02 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan inflasi yaitu telur ayam ras, cabai rawit dan cabai merah turun 5,03 persen, 22,65 persen dan 13,97 persen dengan andil masing-masing -0,04 persen,” tuturnya dalam Konferensi Pers Virtual, Rabu (02/06/2021).

Sugeng menjelaskan inflasi terjadi karena naiknya harga yang ditunjukkan naiknya IHK kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tanggar 0,02 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,07 persen,kelompok transportasi 0,27 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,26 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,10 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,86 persen.

Kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,17 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,03 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen. “Adapun kelompok yang relatif stabil yaitu kelompok pendidikan,” tambahnya.

Dari 90 kota yang dihitung angka inflasinya, 78 kota IHK mengalami inflasi dan 12 kota IHK mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari sebesar 1,82 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Tembilahan yang mencapai 0,01 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Timika yang mencapai -0,83 persen dan deflasi terkecil terjadi di kota Palembang yang mencapai -0,02 persen. (Ira)

BERITA REKOMENDASI