Tim Tabur Kejati DIY Tangkap Terpidana Kasus Dana Rekon Gempa

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejati DIY berhasil menangkap terpidana kasus korupsi penyalahgunaan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca Gempa Tahun 2006 di Bantul, Ir Lilik Karnaen MT (64) warga Mlati Sleman di sebuah hotel wilayah Bandung. Terpidana dinyatakan buron oleh Kejati DIY sejak 21 Desember 2016. Selanjutnya terpidana akan menjalani putusan Mahkamah Agung yang menjatuhkan hukuman 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Plt Kajati DIY Dr Tanti A Manurung SH MH, Selasa (19/10) mengungkapkan, putusan di Pengadilan Tipikor Yogya pada Februari 2009, terpidana divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurangan serta uang pengganti Rp 372.750.000. Kemudian di tingkat banding, Pengadilan Tinggi Yogya menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Yogya.

“Kemudian pada tingkat kasasi, putusan Mahkamah Agung No 188 K/PID. SUS/2013 tertanggal 10 Juli 2014 menjatuhkan hukuman 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Putusan Kasasi ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum,” ungkapnya.

Menurutnya, kasus ini merupakan perkara korupsi yang kedua bagi terpidana. Dimana pada saat perkara kedua ini upaya kasasi, terpidana sudah selesai menjalani pidana yang pertama.

Pada saat keluar penetapan dari Mahkamah Agung, ternyata terpidana kabur. Selanjutnya pada 21 Desember 2016, terpidana menjadi buronan.

“Terpidana sudah lima tahun menjadi buronan. Selama jadi buronan, terpidana berada di luar daerah,” terangnya.

Dikatakan, Tim Tabur Kejati DIY yang dipimpin Asintel telah melakukan pemantauan dan pencarian terhadap terpidana sejak Sabtu-Minggu (16-17/10/2010) di daerah Serang Banten dan Jakarta Utara. Namun Tim Tabur tidak mendapati terpidana.

“Setelah tak ketemu, Senin kemarin Tim Tabur memutuskan pulang ke Yogya. Sesampai di Yogya, Tim Tabur mendapat informasi terpidana berada di Bandung. Tak mau kehilangan jejak, Tim Tabur langsung berangkat ke Bandung,” paparnya.

Dengan Dibantu Tim Intel Kejati Jawa Barat, akhir Selasa (19/10) pukul 05.30 Tim Tabur DIY berhasil menangkap terpidana saat menginap di sebuah hotel daerah Bandung. Setelah dilakukan penelitian baik fisik maupun administrasi, terpidana dibawa ke Kejati DIY. “Selanjutnya terpidana akan dieksekusi oleh Jaksa Eksekutor Kejari Bantul untuk menjalani putusan Mahkamah Agung,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, terpidana Ir Lilik Karnaen MT sebagai Tim Koordinator Ahli Madya Teknik Sipil Program rehabilitasi dan rekontruksi pasca gempa bumi di DIY bersama Lurah Dlingo Juni Junaidi (perkara terpisah dan telah dieksekusi menjalani pidana 4 tahun pada 2013) pada Juni sampai Agustus 2007. Terpidana terbukti melakukan pemotongan dana bantuan program rehabilitasi dan rekontruksi pasca gempa bumi di DIY yang bersumber APBN.

Dari 315 KK di Desa Dlingo yang seharusnya masing-masing menerima Rp 15 juta, dilakukan pemotongan sekitar 20 persen sehingga terkumpul Rp 911.250.000. Selanjutnya uang tersebut digunakan untuk kepentingan terpidana sebesar Rp 372.750.000 dan sisanya digunakan untuk kepentingan Juni Junaidi. Atas perbuatan terpidana, negara dirugikan Rp 911.250.000. (Sni/Jdm)

BERITA REKOMENDASI