Tinggi, Realisasi Dana Kelurahan 2019

YOGYA, KRJOGJA.com – Meski baru pertama kali dikucurkan, namun realisasi dana kelurahan di
Kota Yogya pada tahun 2019 terbilang tinggi. Hingga pertengahan Desember 2019, realisasinya sudah mencapai 95 persen. Tahun ini, masing-masing kelurahan juga akan memperoleh anggaran serupa.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Yogya Octo Noor Arafat, mengaku selalu mengevaluasi penggunaan dana kelurahan mulai dari realisasi hingga kendala yang dihadapi. “Beberapa kelurahan hingga Desember 2019 bahkan sudah mencapai 100 persen. Meski baru tahun pertama namun realisasinya sudah bagus,” jelasnya, Sabtu (4/1). Dana kelurahan yang diberikan melalui dana alokasi umum (DAU) tambahan mencapai Rp 352 juta tiap kelurahan. Penggunaannya
diatur untuk kegiatan fisik serta pemberdayaan masyarakat. Sedangkan untuk tahun 2020, tiap kelurahan juga masih memperoleh dana serupa hanya nominalnya dibulatkan menjadi Rp 350 juta tiap kelurahan. Teknis penggunaannya tetap sama
dengan tahun 2019.

Octo menyebut, pada kegiatan fisik banyak kelurahan yang mempergunakannya untuk membangun jalan lingkungan, MCK, pos ronda maupun bank sampah. Sedangkan porsi pemberdayaan masyarakat lebih ditujukan untuk pelatihan kampung sayur, lele cendol, wirausaha maupun pengepakan dan pelatihan barista. “Kegiatan itu harus sudah
direncanakan melalui musrenbang. Semoga tahun 2020 realisasinya lebih baik lagi. Ada kelurahan yang kesulitan karena keterbatasan SDM, namun kami menyediakan helpdesk,” imbuhnya.

Khusus untuk tahun 2020, dana yang akan dikelola oleh kelurahan dipastikan akan meningkat. Hal ini seiring adanya Permendagri 130/ 2018 terkait kegiatan pembangunan sarana dan prasarana serta pemberdayaan masyarakat di kelurahan. Dalam Permendagri tersebut, pemerintah daerah harus mengalokasikan dana untuk kegiatan kelurahan minimal lima persen dari
APBD. Tentunya setelah dikurangi dana alokasi khusus (DAK) dan ditambah DAU tambahan yang diterima kelurahan.

Sementara Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogya Kadri Renggono, mengatakan pada tahun 2020 dana yang dialokasikan untuk kelurahan belum menyentuh lima persen dari APBD. Namun jika ada kegiatan dari
organisasi perangkat daerah yang menyasar kelurahan, akan langsung dialihkan ke kelurahan. (Dhi)
 

BERITA REKOMENDASI