Tingkatkan Literasi, BMKG Gelar SLMP

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Keselamatan penerbangan sangat penting, apalagi fenomena cuaca dan interaksi antara atmosfer lautan dan daratan saat ini semakin rumit dan mulai bergeser. Pergeseran itu terjadi karena pengaruh perubahan iklim global. Sehingga teori-teori sebelumnya yang dipakai mulai sering tidak cocok. ?Hal itu terjadi karena adanya pengaruh dari fenomena iklim global. Kondisi itu menjadikan BMKG dan pihak-pihak terkait harus bekerja secara lebih cermat, menganalisis secara lebih tajam. Serta diimbangi dengan penguatan SDM dan didukung peralatan yang lebih canggih.

“Pekerjaan Rumah (PR) ?untuk mewujudkan keselamatan penerbangan masih banyak. Tentunya untuk mewujudkan hal itu BMKG tidak bisa bekerja sendiri, jadi harus dilakukan secara bersama-sama. Saat ini BMKG sedang berjuang untuk mewujudkan semua itu. Salah satu caranya dengan berusaha mengurangi impor dan mengembangkan teknologi dalam negeri. Sehingga prediksi atau prakiraan bisa terwujud secara lebih cepat, tepat dan akurat,”kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prof Dwikorita Karnawati MSc PhD saat membuka Sekolah Lapangan Meteorologi Penerbangan (SLMP) di Hotel Tara Yogyakarta, Jumat (22/10).

Menurut Dwikorita, keberadaan literasi atau sekolah lapangan meteorologi penerbangan memiliki peran cukup penting untuk memberikan pemahaman berupa informasi yang bisa dipahami secara mudah. Karena saat ini tantangan yang dihadapi cukup kompleks. Jadi akurasi saja tidak cukup, tapi perlu diimbangi kecepatan. Karena data akurat tapi kalau menghitungnya lama, bencananya keburu datang. Untuk itu dibutuhkan kecepatan dan semua itu masih menjadi tantangan.

“Produk dari prakiraan dan peringatan dini dalam bentuk teknologi harus mudah dipahami. Jangan sampai peralatannya maju, tapi yang menerima informasi tidak paham. Disini pentingnya literasi atau sekolah lapang untuk memberikan pemahaman berupa informasi yang bisa dipahami,”terang Dwikorita.

BERITA REKOMENDASI