TINI V Berikan Teknologi Analytic Intelligence

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJogja.com – Setiap dokter atau dokter gigi yang berpraktik wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan kedokteran atau kedokteran gigi berkelanjutan yang diselenggarakan organisasi profesi.

Hal tersebut diungkapkan drg Wignyo Hadriyanto MS SpKG (K), Ketua Pengurus Pusat Ikatan Konservasi Gigi Indonesia (IKORGI) saat rangkaian Kongres Nasional IKORGI XII dan Temu Ilmiah Nasional IKORGI V (TINI V) yang diadakan daring pada 3–26 September.

TINI V ini sebagai sarana untuk memperoleh Satuan Kredit Profesi (SKP). Pengurus Pusat IKORGI, yang merupakan induk organisasi para dokter gigi spesialis konservasi gigi bertanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhan anggotanya dalam mendapatkan Satuan Kredit Profesi (SKP) yang menjadi persyaratan PB PDGI untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) bagi Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi yang menjalankan profesinya.

“Maka TINI V ini dapat menjadi wahana untuk memperoleh SKP yang dibutuhkan,” tegas Wignyo.

“Kegiatan ini juga sangat bermanfaat dalam ajang publikasi hasil penelitian maupun standar pelayanan kesehatan di bidang konservasi gigi, baik teknologi restorasi maupun endodontik,” sambungnya.

Ditambahkan drg Prisca Bernadeti MPH SpKG salah satu panitia, event TINI V kali ini diikuti 1.000 lebih peserta webinar yang terdiri dari Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi dan Residen Konservasi Gigi di seluruh Indonesia. “Pada TINI V tahun ini, kami memberikan teknologi Analytic Intelligence di mana para vendor dental supplier bisa memiliki data pengunjung booth beserta produk-produk vendor dental supplier yang diminati oleh peserta, sehingga para vendor dental supplier mempunyai bank data untuk meningkatkan penjualan mereka secara online,” papar drg Prisca.

BERITA REKOMENDASI