TMMD Cermin Budaya Gotongroyong

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Budaya gotongroyong mulai terkikis ditengah kehidupan masyarakat modern seperti saat ini. Sikap individualis dan lebih mengedepankan kepentingan senedri merupakan cerminan yang bisa dijumpai, terutama di daerah kota besar. Padahal gotoroyong merupakan merupakan sifat asli masyarakat Indonesia yang telah terbangun sejak jaman dahulu.

Cukup disayangkan jika budaya gotongroyong itu hilang ditengah masyarakat. Dengan bergotongroyong maka semangat kebersamaan akan tercipta dan mampu untuk memeprkuat kesatuan bangsa.

“Inilah salah satu tujuan mengapa diadakannya TMMD Reguler ke-101 Kodim Yogyakarta, yakni untuk mengingatkan masyarakat akan budaya gotongroyong. Dalam TMMD semua elemen masyarakat berkumpul untuk bersama-sama melakukan pembangunan wilayah guna kepentingan masyarakat,” ungkap Komandan Kodim (Dandim) 0734 Yogyakarta Letkol (Inf) Rudi Firmansyah di ruang kerjanya, Kamis (29/03/2018).

Ditegaskan Rudi Firmansyah, tujuan utama TMMD yakni mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat. Namun didalamnya akan menyimpan banyak pesan yakni semangat gotongroyong, pembangunan daerah tertinggal, menyatukan masyarakat dan seruan-seruan kebersamaan lainnya.

Jika masyarakat bersatu maka negara akan menjadi kuat sehingga tak mudah dirongrong oleh kekuatan asing yang ingin memiliki kekayaan alam tanah air. Semangat persatuan dari akar bawah inilah yang dibutuhkan untuk menghimpun kekuatan yang lebih besar untuk bangsa ini.

TMMD Reguler ke-101 Kodim Yogyakarta rencananya akan diresmikan pada 4 April mendatang. Selama sekitar 30 hari para prajurit akan terjun langsung dan berbaur di tengah masyarakat Kelurahan Pandean Kecamatan Umbulharjo untuk melakukan pembangunan. (Van)

BERITA REKOMENDASI