TMMD Reguler Kodim Yogyakarta Dibuka, Prajurit Tetap Patuhi Prokes

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-111 Kodim 0734 Yogyakarta resmi dibuka, Selasa (15/06/2021). Selama hampir satu bulan para prajurit TNI bersama rakyat akan bergotong-royong melaksanakan pembangunan baik fisik maupun non fisik di tiga kalurahan wilayah Wirobrajan. Karena serbuan teritorial ini dilakukan di tengah masa pandemi, maka seluruh kegiatan dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Komandan Kodim (Dandim) 0734 Yogyakarta, Letkol Inf Erwin Ekagita Yuana menegaskan TMMD dalam perencanaannya mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat dari tingkat bawah dengan melibatkan unsur-unsur terkait. Sasaran-sasaran yang telah terpilih berdasarkan skala prioritas, diteliti dan dipadukan dengan program pemerintah daerah, serta disyahkan menjadi Program TMMD.

“Tema kegiatan kali ini ‘TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri’, ini artinya kemanunggalan antara TNI dan rakyat itu harus selalul terjalin. Dengan sinergi itu maka akan melahirkan kekuatan bangsa,” kata Erwin Ekagita Yuana di hadapan Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan saat upacara pembukaan TMMD Reguler ke-111 Kodim Yogyakarta di aula makodim setempat.

Dadim mengatakan Covid-19 saat ini masih menjadi ancaman bagi seluruh masyarakat. Kewaspadaan serta antisipasi harus dilakukan bersama-sama agar pandemi ini dapat segera berlalu.

Erwin Ekagita Yuana menegaskan adanya pandemi tak lantas membuat pembangunan harus berhenti. Kegiatan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang tetap harus dilakukan namu tetap dengan membiasakan diri adaptasi kebiasaan baru.

“Momentum pandemi harus tetap dimaknai secara positif, karena selalu ada hikmah dalam setiap peristiwa. Persatuan harus semakin kuat dalam rangka membangun kekuatan bangsa,” tegasnya.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Purwadi menyampaikan TMMD merupakan wujud kerjasama pemerintah dengan jajaran TNI dalam rangka membangun wilayah. TMMD juga sebagai sarana membangun masyarakat, terutama untuk mempercepat proses pembangunan.

“Diharapkan Program TMMD dapat berjalan lancar dan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Kegiatan yang dilakukan juga sejalan dengan program-program yang dilakukan pemerintah daerah,” jelasnya.

Dalam TMMD Reguler kali ini ada beberapa sasaran fisik yang bakal disasar, diantaranya pembuatan talud permukiman sepanjang panjang 24 meter, rehab saluran air hujan dengan panjang 330 meter, pembngunan rumah tak layak huni (RTLH) 10 Unit, rehab Balai RW dan kamar mandi umum. Sedangkan sasaran nonfisik meliputi penyuluhan, pelayanan Posyandu, donor darah, pelayanan sunatan massal dan pemberian beasiswa.

Walau melaksanakan kegiatan kemasyarakatan namun penerapan prokes serta imbauan pemerintah tentang 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan serta mengurangi aktivitas di luar rumah tetap dilakukan. Bahkan seluruh prajurit TNI yang terlibat dalam TMMD Reguler ini sebelum diterjunkan telah melakukan Rapid Test terlebih dahulu dan seluruhnya dinyatakan non reaktif. (Van)

BERITA REKOMENDASI