TMMD Wujudkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebagai bagian dari kegiatan operasi militer selain perang, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan sarana bagi prajurit untuk selalu dekat dengan rakyat. Hasil pembangunan fisik maupun non fisik yang dicapai nantinya, itu hanya sebagian kecil dari tujuan dari program yang dahulu bernama ABRI Masuk Desa ini. Tetap tujuan yang paling utama yakni terwujudnya kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Seperti ditegaskan Komandan Kodim (Dandim) 0734 Yogyakarta, Letkol (Inf) Rudi Firmansyah kemenangan yang dicapai bangsa ini bukan berkat TNI maupun prajurit, melainkan segenap rakyat Indonesia. TNI itu berasa dari rakyat dan nantinya juga akan kembali kepada rakyat.

“Jadi kegiatan TMMD bukanlah merupakan kegiatan formalitas milik TNI saja, melainkan seluruh komponen bangsa turut terlibat, mulai dari prajurit, Kepolisian, pemerintah daerah hingga masyarakat. Tujuannya yakni satu, menciptakan kemanunggalan TNI dan rakyat,” tegas Rudi Firmansyah di makodim setempat, Jumat (23/03/2018).

Selain melaksanakan seluruh program yang dinerikan, Rudi Firmansyah juga selalu menegaskan kepada anak buahnya untuk selalu membangun komunikasi bersama masyarakat. Denganb demikian prajurit dapat mengetahui berbagai keluhan yang dirasakan rakyat dan membantu sebisa mungkin untuk mencari solusi dan penyelesaiannya.

“Kegiatan komunikasi sosial (komsos) dapat dilaksanakan kapan saja. Saat senggang maupun ketika melaksanakan pengerjaan komunikasi dan gotong-royong harus terwujud. Dengan itu maka akan terjalin komunikasi yang baik antara TNI dan rakyat,” tandasnya.

Sementara itu seorang penjual angkringan di Kelurahan Pandean Kecamata Umbulharjo, Ny Suprihatin mengaku dengan interaksinya bersama prajurit ia akhirnya mengerti dan mengetahui bahwa seorang tentara tak seperti yang dipikirkan sebelumnya. Ia sebelumnya selalu beranggapan jika seorang prajurit itu sosok yang sangar dan arogan, namun itu semua hilang setelah Ny Suprihatin mulai mengenal sifat tentara sebenarnya.

“Setalah ada kegiatan ABRI Masuk Desa ini, banyak tentara datang ke kampung sini dan kalau pas istirahat makan di angkringan tempat saya ini. Awalnya takut, khawatir jika tentara akan meminta dan membeli tidak membayar. Namun anggapan saya itu salah, ternyata tentara itu baik,” ungap Ny Suprihatin di warung angkringan miliknya.

Bahkan diungkapnya para prajurit tak segan-segan membantu Ny Suprihatin untuk berjualan. Kadang para prajurit juga membantu mengambil air atau mencucikan bekas piring, sendok maupun gelas yang habis dipergunakan pembeli.

“Sejak tentara melaksanakan kegiatan di Pandeyan ini, warung angkringani saya jadi bertambah penghasilannya. Lumayan bisa buat nambah modal saya," tuturnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI