Toilet Underground Titik 0 Selesai 29 Desember, Ini Isinya

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Meski sedikit tertunda karena menanti pemasangan wheelchair lift difabel, pengerjaan toilet bawah tanah di titik 0 kilometer dekat dengan Taman Parkir Senopati akhirnya dipastikan rampung 29 Desember 2017 mendatang. Toilet komplit untuk wisatawan tersebut didesain mewah dan berbeda dari toilet di tempat wisata lainnya. 

Pelaksana Lapangan Toilet Bawah Tanah Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Wintawan Alka Putranto mengatakan hingga 25 Desember 2017 pengerjaan sudah dipastikan rampung seluruhnya. Hanya saja, pihaknya membutuhkan tambahan dua hari untuk memasang wheelchair difabel yang barangnya memang baru saja tiba di tanah air beberapa hari terakhir. 

“Kami tinggal menunggu teknisi yang memasang wheelchair karena hari ini libur Natal, jadi baru bisa dikerjakan esok dan mungkin butuh waktu 2 hari sehingga 29 Desember kita serahterimakan untuk kemudian baru bisa digunakan umum,” ungkapnya Senin (25/12/2017). 

Baca Juga :

Demi Toilet Gratis, Desa Di India Berubah Nama Jadi Trump
Dewi Pule Gelar Program ‘One Homestay One Toilet’
Toilet Bandara Sepinggan Seperti Destinasi Wisata

Wintawan mengungkap, toilet bawah tanah tersebut berbeda dari toilet lain yang ada di kawasan wisata. “Toilet ini lengkap ada urinoire, toilet duduk, toilet jongkok, ruang laktasi, kemudian pengelola limbah dan seluruh ruangannya berAC,” sambungnya. 

Tak hanya itu, terkait pengelolaan limbah, toilet bernilai Rp 5 miliar tersebut juga dinilai lebih mandiri dibandingkan toilet lainnya. Pasalnya, teknologi Advanced Oxidation Processes (AOP) melekat pada toilet tersebut yang memungkinkan limbah langsung diolah menjadi air bersih. 

“Limbah langsung diolah di situ dan kemudian menjadi air bersih. Seturut rencana nantinya digunakan untuk penyiraman tanaman,” ungkapnya lagi. 

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X sempat menyampaikan harapan agar nantinya penggunaan toilet tersebut bisa dilakukan secara bertanggungjawab. Meski Pemda DIY menyiagakan petugas kebersihan namun kesadaran masyarakat sebagai pengguna untuk menjaga tetap menjadi hal utama yang harus ditanamkan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI