Tol Trans Jawa Percepat Pengiriman Ekspedisi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, POS dan Logistik Indonesia (Asperindo) menilai, pembangunan tol Trans Jawa memang mempercepat waktu perjalanan dan mempersingkat jarak tempuh. Tetapi di sisi lain justru lebih membebani biaya logistik sehingga tidak berdampak signifikan bagi industri jasa pengiriman. Selain itu, industri jasa pengiriman dipastikan akan terus bertumbuh seiring dengan berkembangnya bisnis online atau e-commerce yang merambah hingga ke pelosok desa.

Dewan Penasehat Asperindo DPW DIY Marsudi Suwita mengakui, kehadiran jalan tol Trans Jawa memang mempersingkat jarak tempuh dan mempercepat perjalanan via darat, tetapi hal itu bukan malah menurunkan biaya logistik. Tarif tol yang cukup mahal tentunya akan menambah biaya logistik apalagi beberapa perusahaan jasa pengiriman menerapkan sistem transit.

Baca juga :

Masa Pancaroba, BPBD Sleman Gandeng Desa Tangguh Bencana
Awas! Potensi Gelombang Tinggi di Pantai Selatan DIY

"Sebenarnya lebih cepat waktu tempuhnya saja dengan adanya tol dan beberapa perusahaan logistik mempunyai tempat untuk transit. Semisal kalau ke Jakarta harus mampir ke Semarang dan Purwokerto, jadi ada beberapa yang harus pakai jalan tol dan beberapa yang tidak pakai jalan tol. Terlebih porsi pengiriman barang lebih banyak darat khusus Jawa kecuali paket premium baru via udara," tutur Marsudi.

Terkait perkembangan industri jasa pengiriman di Tanah Air, menurut Marsudi, tentunya terus mengalami peningkatan seiring dengan maraknya e-commerce yang belakangan ini memanfaatkan produk dari UMKM. Maraknya pelaku bisnis online atau e-commerce inilah yang menyebabkan pengiriman barang via perusahaan logistik cukup banyak karena pelakunya bertambah.

"Industri jasa pengiriman terus tumbuh seiring dengan booming e-commerce. Pertumbuhannya akan lebih besar pada tahun depan karena semakin lama pertumbuhan fasilitas internet masuk desa dan bekembangnya pemanfaatan media sosial," jelasnya.

Head of Regional JNE Jawa Tengah-DIY tersebut menambahkan, dengan banyaknya jaringan internet yang merambah ke pelosok desa saat ini, orang bisa berjualan dan pesan apa saja dari desa. Di antaranya jangkauan JNE sampai pelosok desa, tidak menutup kemungkinan orang desa bisa belanja di mana saja, terlebih dengan berkembangnya tren Cash on Delivery (COD) berupa metode pembayaran dimana orang bisa membayar pesanan secara tunai pada saat pesanan tiba di tujuan. (Ira)

BERITA REKOMENDASI