Tolak Revisi UU KPK, Dosen dan Mahasiswa Turun ke Jalan

YOGYA, KRJOGJA.com – Puluhan mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi DIY Kamis (12/9/2019) siang turun ke jalan. Mereka menyuarakan penolakan terhadap revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang telah disetujui presiden untuk dibahas di DPR. 

Tidak main-main, seruan sikap kali ini dilakukan dengan begitu masif. Salah satunya, Dr Abdul Jamil, Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) bahkan ikut langsung turun ke jalan bahkan melakukan orasi di hadapan mahasiswa. 

Abdul Jamil mengungkap gerakan mahasiswa menolak revisi UU KPK muncul di berbagai wilayah Indonesia hari ini. Ia mengaku tidak ada paksaan sedikitpun namun keputusan turun ke jalan diambil karena keterpanggilan moral. 

“Kami turun ke jalan bersama semua mahasiswa yang dengan tegas meminta DPR membatalkan revisi UU KPK. Aksi ini dilakukan serentak di berbagai daerah seperri Solo, Surabaya, Semarang, Solo bahkan Makassar karena kami terpanggil secara moral,” tegas Abdul Jamil di sela aksi. 

Dalam poin-poin revisi, akademisi melihat seluruhnya berisi pasal yang arahnya melemahkan KPK sebagai lembaga independen penegakan korupsi Indonesia. “Dari awalnya tiba-tiba ada di Prolegnas 2019 saja sudah melanggar secara formalnya. Belum pasal-pasalnya yang malah melemahkan KPK,” keluh Jamil. 

Abdul Jamil mengungkap apabila revisi tetap dilaksanakan maka mahasiswa dan sivitas akademika dari UII akan menyatakan mosi tidak percaya pada siapapun yang terlibat dalam pengesahan UU tersebut. “Kami akan layangkan mosi tidak percaya. UII melalui Pusat Studi Hukum dan Pusat Studi Kejahatan Ekonomi hari ini menyerahkan hasil kajian untuk presiden dan DPR,” tegasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI