TPA Piyungan Tak Lagi Dibuka 24 Jam

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan yang sudah melebihi kapasitas alias overload, menjadi fokus perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY. Untuk mengatasi kondisi tersebut Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah menyiapkan sejumlah strategi.

Di antaranya membuat perubahan pengelolaan sampah di TPA Piyungan. Apabila sebelumnya TPA Piyungan dibuka selama 24 jam, mulai 1 Maret dibatasi mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB dan setelah sebulan berjalan akan dievaluasi.

“Mulai 1 Maret, jam buka di TPA hanya dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Mudah-mudahan dengan adanya pembatasan ini bisa mengurangi beban sampah yang ada di TPA Piyungan yang saat ini kondisinya sudah overload,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir R Sutarto MP.

Sutarto mengungkapkan, masalah pengelolaan sampah sampai saat ini masih menjadi persoalan serius bagi sejumlah daerah, termasuk DIY. Untuk itu, Pemda DIY selalu melakukan komunikasi dengan kabupaten/kota supaya pengelolaan sampah di DIY bisa dilakukan dengan baik.

Karena keberadaan Pemda DIY lebih pada memfasilitasi pemerintah kabupaten dalam penyediaan lahan untuk pembuangan sampah, oleh karena untuk mengurangi beban di TPA Piyungan alangkah baiknya apabila masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah rumah tangga. Sehingga yang dibuang ke TPA tinggal residu akhir.

“Produksi sampah di DIY dalam satu hari bisa mencapai 2.100 ton. Dari jumlah tersebut yang masuk (dibuang) ke TPA Piyungan sekitar 580 ton. Mudah-mudahan adanya pembiasaan masyarakat untuk memilah sampah rumah tangga, beban di TPA Piyungan bisa berkurang,” kata Sutarto.

Ditambahkannya, kondisi TPA Piyungan yang sudah overload menjadi salah satu kendala dalam pengelolaan sampah. Meski untuk mengatasi persoalan itu Pemda DIY sudah berupaya melakukan berbagai cara termasuk dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Namun pihaknya meminta masyarakat tetap proaktif, khususnya dalam melakukan pemilahan sampah. Karena tanpa adanya sikap proaktif dari masyarakat upaya yang dilakukan Pemda DIY tidak akan maksimal. (Ria)

BERITA REKOMENDASI